× welcome! lets make money writing online

Pinterduit.com MENU

Make Money Writing Online Platform


       
                   
   


Loading...

Home » Travel And Holiday » Tujuh Titik Menuju Ujung Kulon



Tujuh Titik Menuju Ujung Kulon

Rating : 0/5 , Author : Seto Mulyadi , Topic : Travel And Holiday, Date : 2020/01/24 11:21,Views: 5, Like : 0 , Dislike : 0


Seto Mulyadi

Seto Mulyadi

0 Followers
Follow

Hello !! I'm new writer
Alltime views: 130, Total published post: 39
User ID : 3e572480d66d1a5a00d535f28f5fd965

[more content from this user]


Luas wilayah Taman Nasional Ujung Kulon adalah 122.956 hektar dan sekitar 30 % diantaranya adalah perairan laut. Satwa dan flora yang mendominasi daratan, bukit dan rawa-rawa menawarkan ekplorasi yang tiada habis-habisnya. Belum lagi keindahan alam seperti air terjun, pantai dan sungai yang masih terjaga keasriannya membuat setiap wisatawan selalu ingin kembali kesana. Tetapi bagi yang memiliki waktu pendek , Anda dapat mengunjungi tempat-tempat yag paling banyak diminati wisatawan seperti Taman Jaya, Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. ? Berikut ini ada beberapa rute pancapaian untuk dapat mencapai Taman Nasional Ujung Kulon : 1. Pantai Anyer. Dari pantai ini setidaknya diperlukan pelayaran sekitar 5 jam dengan perahu kayu / mirip perahu nelayan yg telah dimodifikasi. Apabila dengan kapal cepat ebrmesin ganda mungkin dapat dicapai hanya dalam 3 jam. Di pantai Anyer banyak tersedia hotel sederhana sampai ke hotel berbintang bila diperlukan untuk menginap sebelum berlayar menuju Taman Nasional. Pantai Anyer merupakan pantai terdekat bila dijangkau dari ibukota Jakarta. 2. Pantai Carita lokasinya masih satu garis pantai dengan pantai Anyer kira-kira 20 km ke arah Barat. Fasilitas di Pantai Anyer dan Carita hampir sama. 3. Labuan. Adalah kota kecamatan sekaligus pelabuhan alam tradisional bagi para nelayan setempat. Bila menggunakan perahu kayu, Anda setidaknya dapat menghemat pelayaran dari 5 jam menjadi 4 jam. Di Labuan juga terdapat Kantor Taman Nasional Ujung Kulon sehingga pada jam kerja, banyak informasi yang Anda dapatkan disana. 4. Panimbang. Kota Kecamatan 25 km setelah Labuan. Disini juga pelabuhan tradisional nelayan setempat. Berangkat dari sini hanya dapat menghemat beberapa puluh menit daripada berangkat dari Labuan. 5. Tanjung Lesung. Adalah satu kawasan pariwisata terpadu dikelola secara terencana. Sekarang terdapat setidaknya 2 hotel berbintang. Wisatawan yang berangkat dari sini biasanya menggunakan kapal cepat bermesin ganda. Jarak tempuh sekitar 2 jam. Sewa kapal tentunya lebih mahal bila dibanding dengan kapal kayu. 6. Sumur. Adalah kota kecamatan terakhir yang berbatasan dengan Taman Nasional Ujung Kulon. Jarak tempuh dari Jakarta sekitar 240 km. Pelayaran dari Sumur dengan perahu Kayu kurang-lebih hanya 2 - 2,5 jam. Terdapat juga penginapan murah di Sumur. 7. Taman Jaya. Masuk wilayah kecamatan Sumur. Adalah salah satu desa yang langsung bersinggungan dengan perbatasan Taman Nasional Ujung Kulon. Terdapat penginapan murah pinggir pantai yang cukup bersih dengan pelayanan kekeluargaan yang akrab. Menuju salah satu hutan di Ujung Kulon cukup berjalan kaki sekitar 30 menit Anda sudah dapat melihat hutan Tropis. Bila beruntung, Anda masih dapat melihat Owa Jawa ( Hylobates Moloch ). Banyak peneliti burung mengunjungi hutanhutan sekitar Taman Jaya. Apabila menggunakan perahu kayu mencapai pulau Handeuleum hanya ditempuh 1 jam dan pulau Peucang kurang dari 2 jam. Bila memiliki waktu yang cukup lama, trekking menembus hutan selama 3 hari, Anda dapat mencapai pulau Peucang dengan pengalaman yang paling mengesankan karena hapir semua daya tarik Ujung Kulon dapat Anda Jumpai. Dalam perjalanan setidaknya diperlukan 2 malam menginap di Shelter / Pos peristirahatan di tengah Taman Nasional. Tentunya masih ada banyak cara menuju Taman Nasional Ujung Kulon. Buat yang memiliki yacht pribadi, bisa berangkat langsung dari Jakarta bahkan dari Singapore atau Malaka. Salah seorang anak pengusaha kaya dari Jakarta ternyata dengan leluasanya masuk langsung ke titik utama Ujung Kulon dengan menggunakan Helikopter. Penulis sebagai saksi mata terkaget-kaget ternyata begitu mudahnya izin membuat kebisingan di Pulau Peucang hingga satwa di dalam pulau seperti panik dan trauma bersebunyi beberapa jam karena kebisingan. Padahal sebelum terganggu dengan suara raungan Helikopter, Kijang, Burung Merak dan Monyet dapat dilihat dengan mudah disekitar wisma.
***this content was uploaded to pinterduit.com
Like
Dislike


Related Post

  • Tujuh Titik Menuju Ujung Kulon
  • Perbandingan Wisata Indonesia & Vietnam
  • Rekomendasi Wisata: Kampung Baduy
  • Taman Nasional Komodo (Sebuah Liputan Langsung)
  • Desa Dasak Setulang Malinau , Rekomendasi Wisata
  • Rekomendasi Wisata: Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?


  •             1/       5stars    

    Comment



    no comment yet

    Notice



    Category

    Art And Creativity, Business And Finance, Car And Automotive, Computer And Hardware, Dating And Relationship, Funny And Jokes, Game And Movie, Health And Diet, Investment And Property, Kids And Family, Kitchen And Cooking, Media And Journal, Mystery And Supranatural, News And Politics, Pet And Animal, Plant And Nature, Religion And Spiritual, Sales And Marketing, Science And Education, Software And Programming, Sport And Football, Technology And Internet, Tools And Gardening, Travel And Holiday, Uncategorized,

    Top Writer

    Eri N , AldoReyhan , Aldi , Nanda Arum , emotacon , Seto Mulyadi , Brian Schurer , Osas , Eri Nurdiyanto , Kumpulan Lirik Lagu , Shanam , Pinterduit Official , Titi , Bemmy Hendrias , imamilyasa ,

    New Writer

    Shanam, Kumpulan Lirik Lagu, Eri Nurdiyanto, Pinterduit Official, Masruroh Indrihst, Bot Scrapper, Ishigami Senku, forsell, dewichajar, Baiim Zarkhasite, Belajar Nulis, eliandro, waked, Osas, Brian Schurer,

    code execution :0.013675212860107 seconds
    uid :
    useragent : ccbot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
    bot detected : yes