Language : en
English - German - French - Japan - Indonesian - Arabic - Korean - Italy - Spanish - Russian - Dutch

Want To Advertise Or Make Money By Contributing On This Site ? Sign Up Right Now !





Home » Other



Desa Dasak Setulang Malinau , Rekomendasi Wisata

Seto Mulyadi - Other - 2020/01/24 11:21 / 28




Pinterduit.com - Desa Setulang terletak di kabupaten Malinau ,Kalimantan Timur . Perjalanan menuju Desa Setulang sangatlah mudah ,dimulai dari Balikpapan airport menuju Tarakan dan dilanjutkan dengan perjalanan sungai menggunakan speedboat menuju Malinau dan diteruskan dengan kendaraan Mobil selama 1 jam.Desa Setulang adalah desa dayak yang ber migrasi di tahun 1968 – 1975 dari pedalaman ,tepatnya daerah sungai Saan (mendekati Kayan Mentarang).

Alasan ber migrasikarena sulitnya mencari kebutuhan pokok termasuk obat-obatan danpendidikan.Kelompok ini termasuk dalam Komunitas Dayak Kenyah Oma’ Lung .Merekater biasa mempertahankan Tanah Adat (Tana Olen) agar selalu mendapatkan airbersih ,Berburu binatang , Ikan dan berladang (tempat-tempat tertentu) yang selalu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari desa ini.


Berikut Program perjalanan yg paling ideal mengunjungi daerah ini:

Day 1 : Balikpapan – Tarakan –
Malinau

Dimulai dari Balikpapan menuju Tarakan dengan waktu + 1 jam. Tiba di bandara Juata Tarakan, perjalanan
dilanjutkan dengan menggunakan speed boat berkapasitas + 20 orang dari
pelabuhan Tengkayu menuju pelabuhan Malinau selama + 3 jam.

Dalam perjalanan sungai ini,Sesekali
juga terlihat kelompok Bekantan (Nasalis
larvatus) bermain di pohon bakau. Bila beruntung dapat pula melihat
beberapa ekor Pesut (Irrawadi dolphin) berenang di alur sungai yang tenang.

Tiba di pelabuhan Malinau, dapat langsung menuju hotel atau dapat langsung
menuju Desa yg kita tuju ,Desa Setulang .

Day 2 : Malinau Kota – Desa
Pulau Sapi – Desa Setulang

Tiba di desa Setulang, dapat langsung
menuju ke homestay-homestay yang telah disediakan oleh pengelola di desa.
Dengan menginap di rumah warga, pengunjung dapat merasakan kehidupan
sehari-hari si empu nya rumah.Di desa ini, dapat dinikmati keindahan arsitektur
balai adat Adjang Lideng, lumbung-lumbung padi yang ada di puncak bukit, ukiran
kayu pada setiap pintu gerbang, perahu panjang, kuburan masyarakat dayak Kenyah
Uma’ Lung yang terletak di seberang desa. Beragam tari-tarian tradisional juga
dapat dinikmati, seperti tari tunggal, tari perang dengan diiringi music
tradisional sampeq, alat pukul dari kayu kering.

Kehidupan desa yang tenang dan asri sangat menambah rasa nyaman. Tak jarang
dapat pula dijumpai warga desa yang sedang menjemur padi atau kopi di depan
rumah, warga yang akan dan pulang berburu di hutan, pengrajin rotan untuk
dibuat berbagai barang seperti anjat, tikar; pengrajin Mandau (senjata khas
dayak) dan juga pembuat seraung (topi khas dayak).

Menikmati suasana malam di desa ini juga tak kalah mengasyikkan. Pengunjung
dapat berdiskusi dengan masyarakat tentang sejarah, kehidupan sehari-hari,
budaya bersama dengan warga desa.

Day 3 +4 : Setulang – Tane Olen

Memasuki hutan seluas 5.300 ha, hati akan langsung terpesona saat
berketinting (naik perahu) menelusuri sungai Setulang. Mata akan disuguhi
panorama untaian zamrud katulistiwa di kanan kiri sungai beserta kehidupan
masyarakatnya. Air sungai yang jernih, udara yang segar menyejukkan hati, batu
kecil dan besar yang kadang membentuk giram kecil ditengah atau ditepi sungai
Setulang. Pemandangan ini disuguhkan selama + satu jam, hingga laga tana olen (pondok istirahat) telah
menanti untuk sejenak menikmati kepul teh atau kopi dan kudapan.

Perjalanan dapat di mulai dengan mengayunkan kaki menyelusuri jalan setapak
/ track menuju pohon cifor, pohon berjenis meranti (Shorea sp.) . Lebih melangkah lagi, hornbill view akan dicapai. Ini
adalah point dimana burung enggang sering muncul. Kaze bezu, pohon besar dengan
hampir 927 cm besaran kelilingnya dapat dijumpai di kawasan ini. Puncak
mangkok, puncak tertinggi di kawasan ini memberikan pemandangan bentangan alam
hutan tropi bak permadani hijau.

Menyusuri setapak
kembali ke bush camp, tenapan akan dijumpai dalam perjalanan. Tenapan adalah
air terjun kecil. Air terjun yang mengalir ke bawah ditampung di sebuah kolam
renang alami, membuat penat hilang saat tubuh menyatu dengan segar airnya. Puas
melepas dahaga di kesegaran kolam renang alami, menyusuri sungai menuju laga tana olen pun mendapat suguhan
hutan hujan tropis. Suara binatang yang bercengkrama menandakan kegembiraan
hidup mereka di hutan yang terjaga baik. Selain burung Enggang (Hornbill) dapat pula dijumpai burung
Raja Udang (King Fisher) bermain di
atas air sungai dan mencari makan kemudian sesekali hingga di batang pohon.
Beberapa satwa malam juga tak jarang mendatangi laga / bush camp ini untuk
sekedar mencari sisa-sisa makanan atau berjalan saja.Hangatnya api unggun kecil
menambah hangat suasana hutan tropis bersama dengan secangkir kopi atau teh
penggugah selera. Guide yang mendampingi dapat pula menyediakan berbagai
masakan tradisional yang diolah dari alam, seperti ikan sungai yang dimasak
dengan bamboo dan
bumbu daun.

Day 5 : Setulang – Malinau –
Tarakan – Balikpapan

Meninggalkan desa Setulang dengan Tane
Olen nya dengan membawa beragam cerita dan pengalaman ditambah beberapa
cenderamata menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Related Post

  • Benerin Clipper Wahl Berisik
  • 10 Kata Kasar Dan Umpatan Dalam Bahasa Korea
  • Tombol Stick Ps2 Tidak Responsif
  • Review Film Murder Manual (2020)
  • Daftar Masa Berkecambah Berbagai Macam Benih
  • Statement Sunda Empire Lucu
  • Resep Coca Cola Asli
  • Meteran PLN Rusak "Periksa"
  • Kode Plat Kendaraan / Nomor Polisi Seluruh Indonesia Lengkap Dari A-Z
  • Breaking News: 257 Siswa Pramuka SMPN 1 Turi, Sleman , Yogyakarta Hanyut Di Sungai Sempor Laporan Awal 4 Meninggal Ratusan Hilang








  • Sponsor