Language : id
English - Bahasa Indonesia

Categories: Advertising - Bitcoin - Blog - Business - Dating - Entertainment - Finance - Food - Forex - Game - Health - IT - Make Money Online - Movie - Other -

Want To Advertise Or Make Money By Contributing On This Site ? Sign Up Right Now !





Home ยป Other



Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Sains Guru Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Ghost Writer - Other - 2020/01/24 11:21 / 49




Pinterduit.com - Putut Marwoto, Achmad Sopyan, Suharto Linuwih, Bambang Subali, Ellianawati
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Email: [email protected]

Abstrak. Menulis artikel ilmiah merupakan kegiatan yang sangat penting dalam dunia
pendidikan, karena merupakan kegiatan ilmiah yang dapat mengkomunikasikan
hasil hasil pemikiran, penelitian dan pengabdian yang dilakukakan oleh sivitas
akademika. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan
kemampuan menulis artikel ilmiah dalam bidang sains guru SD se-Kecamatan
Gunungpati Semarang. Terdapat 3 kegiatan utama pada pengabdian ini, yaitu
pertemuan pertama pelatihan menulis artikel ilmiah sains dengan memberikan
contoh dan reviu kritis cara menulis. Kegiatan kedua dengan memberikan
penugasan untuk membuat poin inti menulis artikel ilmiah sains, dan kegiatan
ketiga melakukan pendampingan untuk memberikan konsultasi artikel ilmiah sains
yang akan dibuat. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian dan
hasil uji gain ternormalisasi tampak bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan
menulis artikel ilmiah sains guru SD melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini
sebesar 0,74 (kategori tinggi). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat
ini adalah terjadi peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah sains guru SD di
Kecamatan Gunungpati Semarang.
Kata kunci : artikel ilmiah sains, pengabdian masyarakat, Sekolah Dasar.


PENDAHULUAN
Seiring dengan diterbitkannya UU Guru
dan Dosen tahun 2006, dan implementasi
dari isi yang termaktub dalam undang – undang
tersebut, maka guru dan dosen dituntut
meningkatkan profesionalismenya. Ada
beberapa aspek yang dituntut peningkatan
profesionalime, salah satunya yaitu peningkatan
kemampuan guru/dosen melalui karya
ilmiah/hasil penelitian. Jumlah Guru SD/MI
di Kecamatan Gunungpati cukup banyak, dan
rata-rata belum perpendidikan S1 PGSD. Sedangkan
sesuai dengan UU Guru dan Dosen
untuk menjadi guru yang profesional di SD
harus memiliki kualifikasi S1 PGSD. Kondisi
yang kontra produktif seperti ini juga tersebar
diseluruh wilayah Indonesia. Berbagai usaha
yang telah ditempuh pemerintah, misalnya
memberi biasiswa untuk melanjutkan studi ke
jenjang yang lebih tinggi, atau dengan mengikuti
pelatihan-pelatihan.
Berdasarkan informasi dari UPTD Dinas
Pendidikan Kec. Gunungpati dan melakukan
need assessment awal (Ellianawati, dkk:
2012), diperoleh data tentang kemampuan
guru dalam menulis karya ilmiah sangat minim.
Hal ini disebabkan antara lain 1) Pengeta-
112 ABDIMAS Vol. 17 No. 2, Desember 2013
huan guru tentang menulis artikel ilmiah rendah,
2) Guru masih kesulitan untuk melakukan
penelitian berbasis kelas yang berujung
pada publikasi ilmiah. Sehingga fakta riil,
banyak pangkat guru berhenti pada golongan
IVa. Hal ini karena untuk menuju golongan
berikutnya membutuhkan aspek publikasi
atikel ilmiah hasil penelitian. 3) Semangat
guru dalam menulis artikel ilmiah rendah.
Dari permasalahan tersebut, maka dapat dirumuskan
kegiatan pengabdian masyarakat
untuk guru SD Se Kecamatan Gunungpati
yaitu bagaimana meningkatkan kemampuan
menulis artikel ilmiah sains pada guru SD Se
Kecamatan Gunungpati Semarang?
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat
adalah untuk meningkatkan kemampuan
menulis artikel ilmiah dalam bidang sains
guru SD se-Kecamatan Gunungpati Semarang.
Sedangkan manfaat kegiatan pengabdian
masyarakat ditinjau dari segi pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi adalah
meningkatkan kemampuan guru SD Se Kec.
Gunungpati Semarang dalam menulis artikel
ilmiah sesuai kaidah JPFI.
Artikel ilmiah merupakan sebuah karangan
atau tulisan yang bersifat argumentatif. Tulisan
ini didasarkan atas hasil penelitian atau
kajian teoritis seseorang. Berkaitan dengan
proses penelitian dan penulisan laporan penelitian,
artikel ilmiah dapat dikatakan sebagai
“miniatur” laporan penelitian. Artikel ilmiah
merupakan sebuah ringkasan karena panjangnya
lebih pendek daripada laporan penelitian
itu sendiri. Mengapa kita perlu menyusun
artikel ilmiah? Artikel ilmiah merupakan sebuah
sarana memublikasikan gagasan atau
pemikiran, serta hasil penelitian kita melalui
berbagai media ilmiah, seperti jurnal ilmiah,
surat kabar atau untuk kepentingan diseminasi
atau seminar hasil penelitian. Setiap jurnal
ilmiah memiliki gaya dan teknik penulisan
yang berbedabeda. Selain itu, setiap jurnal ilmiah
juga memiliki kekhasan dalam hal tema
yang diangkat. Ada jurnal yang mengangkat
tema politik, ekonomi, sejarah, sastra, pendidikan
dan sebagainya. Untuk itu, kita perlu
mencermati kriteria jurnal yang akan dituju.
Teknik penulisan artikel ilmiah pada dasarnya
sama dengan teknik penulisan laporan penelitian.
Bedanya, artikel ilmiah disusun lebih
ringkas.
Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah
dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara
lain: peningkatan bekal awal siswa baru,
peningkatan kompetensi guru, peningkatan
isi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran
dan penilaian hasil belajar siswa, penyediaan
bahan ajar yang memadai, dan penyediaan
sarana belajar. Dari semua cara tersebut
peningkatan kualitas pembelajaran melalui
peningkatan kualitas pendidik menduduki
posisi yang sangat strategis dan akan berdampak
positif. Dampak positif tersebut berupa:
(1) peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan
masalah pendidikan dan masalah
pembelajaran yang dihadapi secara nyata; (2)
peningkatan kualitas masukan, proses, dan
hasil belajar; (3) peningkatan keprofesionalan
pendidik; (4) penerapan prinsip pembelajaran
berbasis penelitian (Depdiknas Ditjen Dikti:
2006, 4). Upaya meningkatkan kompetensi
pendidik untuk menyelesaikan masalah pembelajaran
yang dihadapi saat menjalankan
tugasnya dapat dilakukan melalui penelitian
tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif
antara dosen dengan guru. Melalui
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masalahmasalah
pendidikan dan pembelajaran dapat
dikaji, ditingkatkan, dan dituntaskan sehingga
proses pendidikan dan pembelajaran yang
inovatif dan hasil belajar yang lebih baik,
dapat diwujudkan secara sistematis. Upaya
PTK diharapkan dapat menciptakan sebuah
budaya belajar (learning culture) di kalangan
dosen di LPTK dan guru-siswa di sekolah.
PTK menawarkan peluang sebagai strategi
pengembangan kinerja melalui pemecahan
masalah-masalah pembelajaran (teachinglearning
problems solving), sebab pendekatan
penelitian ini menempatkan pendidik sebagai
peneliti sekaligus sebagai agen perubahan
113
yang pola kerjanya bersifat kolaboratif dan
saling memberdayakan(Tim PPM Jur. Fisika
Unnes di Pati: 2006).
Setelah menghasilkan penelitian, langkah
selanjutnya seorang peneliti / guru harus
melakukan publikasi hasil penelitian pada
jurnal ilmiah atau pertemuan ilmiah. Insan
ilmiah sudah seharusnya mampu menyajikan
karya ilmiah dalam bentuk tulisan. Oleh sebab
itu insan ilmiah atau peneliti perlu berlatih
menuliskan hasil penelitiannya atau
kegiatan ilmiah lainnya sehingga hasilnya
dapat memberikan informasi yang baik bagi
pembaca. Beberapa karya ilmiah ada yang
dipublikasikan dan ada pula yang tidak dipublikasikan.
Karya ilmiah yang dipublikasikan
disebut artikel ilmiah, contohnya adalah jurnal
atau majalah ilmiah, prosiding, dan buku.
Sedangkan karya ilmiah yang tidak dipublikasikan
adalah laporan penelitian, laporan
praktik lapangan, skripsi, tesis, dan disertasi.
Secara umum, pola penulisan laporan penelitian,
skripsi, tesis, disertasi dan jurnal ilmiah
terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pembuka,
tubuh tulisan dan bagian akhir. Menulis
artikel dapat dimulai dari mana saja, rincian
yang terkait dengan artikel disajikan sebagai
berikut:
Judul artikel ilmiah harus positif, singkat,
spesifik, tetapi cukup jelas untuk menggambarkan
penelitian atau kegiatan yang
dikerjakan. Judul sebaiknya tidak lebih dari
12 kata (tidak termasuk kata sambung dan
kata depan) yang mengandung beberapa kata
kunci untuk memudahkan pemayaran pustaka.
Sedangkan menurut Darley, J. M., Zanna,
M. P., & Roediger III, H. L. (Eds) (2003) kata
dalam judul artikel ilmiah pada rentang 10
sampai 12 kata. Pada umumnya, judul cenderung
bersifat indikatif, artinya, merujuk pada
pokok bahasan dan bukan pada simpulan.
Walaupun demikian, kadang-kadang judul
dapat juga informatif, berupa ringkasan simpulan
dalam beberapa kata. Judul informatif
memang sulit dibuat untuk jurnal ilmiah; ini
berbeda dengan judul artikel di surat kabar.
Baris kredit terdiri atas dua unsur, yaitu
nama pengarang dan nama lembaga berikut
alamat tempat penelitian dilakukan. Cantumkan
hanya nama orang yang langsung terlibat
dalam perencanaan, pelaksanaan, analisis,
sintesis, dan penulisan penelitian yang berhak
mendapat kredit kepengarangan tulisan tersebut.
Abstrak merupakan kependekan yang
lengkap dan jelas menerangkan seluruh isi
tulisan dan umumnya disajikan dalam satu
paragraf dengan menggunakan tidak lebih
dari 200 kata (Burrows, T. (2011). Abstrak
memuat permasalahan, metode, dan hasil
(Carpenter, K., 2001). Dengan tidak mengulang
kata-kata dalam judul, tulislah masalah
pokok dan alasan dilakukannya penelitian
serta sasaran yang ingin dicapai.
Bagian Pendahuluan tidak sekadar
memuat pernyataan tentang masalah dan
mengarahkan pembaca pada pustaka yang
relevan. Lewat paparan yang logis, nyatakan
apa yang diteliti dan apa luaran yang diharapkan.
Dalam artikel yang baik umumnya hanya
ada beberapa paragraf pada bagian pendahuluan.
Hipotesis penelitian, bila ada, dapat
dimuat di bagian ini.
Saat ini, jarang ada jurnal ilmiah yang
mencantumkan bagian Tinjauan Pustaka secara
khusus. Apabila jurnal ilmiah mengizinkan
bagian Tinjauan Pustaka, cantumkan
pustaka terbaru, relevan, dan asli (state of the
art). Uraikan kajian pustaka yang menimbulkan
gagasan dan mendasari kegiatan penelitian
Anda. Pengacuan pada pustaka tidak perlu
ekstensif, tetapi lakukan secukupnya untuk
menyusun kerangka atau konsep yang digunakan
dalam penelitian. Penulis seyogianya
tidak hanya mengetengahkan kutipan-kutipan,
tetapi juga mengulasnya. Semua rujukan
harus sesuai dengan Daftar Pustaka.
Uraikan metode secara terperinci (peubah,
model yang digunakan, rancangan penelitian,
teknik pengumpulan dan analisis data,
dan cara penafsiran). Untuk bidang tertentu,
nama pabrik pembuat reagen serta merk dan
Putut M, Achmad S, Suharto L, Bambang S, Ellianawati Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah
114 ABDIMAS Vol. 17 No. 2, Desember 2013
tipe peralatan perlu disebutkan.Untuk penelitian
yang menggunakan metode kualitatif,
jelaskan pendekatan yang digunakan, proses
pengumpulan dan analisis informasi, dan
proses penafsiran hasil penelitian.
Sajikan hasil penelitian sewajarnya secara
bersistem. Jika data terlalu banyak, adakalanya
Anda perlu selektif dalam menyajikannya.
Dengan pertimbangan yang masak,
rancanglah tabel, grafik, gambar atau alat
penolong lain untuk memperjelas dan mempersingkat
uraian yang harus diberikan. Jangan
berikan informasi berulang, misalnya
dalam bentuk tabel dan gambar. Tabel dan
gambar perlu disebut dalam teks dan letaknya
tidak berjauhan dari teks yang bersangkutan.
Hindari pengulangan informasi yang sudah
ada dalam ilustrasi secara panjang lebar.
Tafsirkan hasil yang diperoleh dengan memperhatikan
dan menyesuaikannya dengan masalah
atau hipotesis yang diungkapkan dalam
Pendahuluan.
Pembahasan merupakan kumpulan argumen
mengenai relevansi, manfaat, dan
kemungkinan atau keterbatasan percobaan
Anda, serta hasilnya. Pembahasan merupakan
bagian tempat seseorang paling bebas
berekspresi. Pendapat orang yang sudah
diringkas dalam Pendahuluan atau Tinjauan
Pustaka tidak perlu diulang lagi tetapi diacu
saja seperlunya. Bentangkan arti temuan serta
jelaskan bagaimana simpulan baru itu memperluas
cakrawala ilmu dan teknologi. Bila
perlu berikan implikasi penerapan temuan
baru tadi dan tunjukkan segi-segi lain yang
perlu diteliti lebih lanjut. Akhiri pembahasan
secara positif, tegas, dan kuat.
Tidak semua jurnal ilmiah menghendaki
bagian Simpulan. Simpulan dapat tersirat
dalam bagian Pembahasan. Ciri simpulan
ialah (a) Simpulan adalah inferens, deduksi,
abstraksi, implikasi, interpretasi, pernyataan
umum, dan/atau perampatan (generalisasi)
berdasarkan temuan. (b) Simpulan harus
menjawab permasalahan penelitian. (c) Simpulan
harus dibuat berdasar fakta, bukan yang
tersirat daripadanya. (d) Simpulan harus dirumuskan
dengan ringkas dan cermat, tetapi
mengandung semua informasi hasil penelitian
sebagaimana yang menjadi permasalahan
penelitian. (e) Pernyataan harus tegas;
jangan ada keraguan dalam hal kesahihan dan
keterandalan.
METODE
Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian
masyarakat pada guru Sekolah Dasar SeKecamatan
Gunungpati Semarang ini terdiri
atas ceramah, diskusi (reviu contoh artikel
ilmiah, penugasan serta pendampingan dalam
menulis artikel ilmiah bagi guru yang telah
memiliki draf artikel ilmiah sains. Jumlah
peserta yang hadir dari kegiatan ini sebanyak
36 orang guru SD Se-Kecamatan Gunungpati
Semarang, Kepala UPTD Kecamatan gunungpati,
Pengawas Sekolah serta Tim Pengabdi
dari Jurusan Fisika FMIPA Unnes. Pada
Pertemuan pertama diberikan materi pelatihan
menulis ilmiah sesuai kaidah selingkung
Jurnal Nasional Terakreditasi Jurusan Fisika
FMIPA Unnes (JPFI). Sedangkan pertemuan
kedua diberikan penugasan berupa membuat
poin poin menulis artikel ilmiah, dan pertemua
ketiga dilakukan reviu hasil penugasan
serta pendampingan bagi guru yang telah memiliki
draf artikel ilmiah sains. Evaluasi kegiatan
pengabdian masyarakat ini dilakukan
dengan memberikan kuis sebelum dan setelah
dilakukan kegiatan pelatihan menulis artikel
ilmiah sains. Fungsi evaluasi untuk mengetahui
sejauhmana efektifitas pelaksanaan kegiatan
serta mengetahui daya serap peserta
pelatihan penulisan artikel ilmiah sains ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian
masyarakat pada Guru SD Se-Kecamatan
Gunungpati Semarang diperoleh profil
kemampuan menulis artikel ilmiah sains sebelum
dan setelah dilakukan kegiatan terjadi
pada Gambar 1 berikut ini, yaitu:
115
Gambar 1. Kemampuan menulis artikel
ilmiah sains guru SD (
: membuat topik artikel ilmiah,
:memetakan materi
artikel pada pendahuluan,
: merancang metode penelitian,
: membuat daftar
pustaka)
Pada Gambar 1. Tentang profil kemampuan
menulis draf artikel ilmiah sains guru
SD Kecamatan Gunungpati telah mengalami
peningkatan cukup signifikan. Hal ini tampak
pada Gambar 1. Kemampuan guru dalam
merancang ide atau topik artikel ilmiah cukup
baik. Sebelum diberikan pelatihan guru
masih mengalami kesulitan untuk menuangkan
ide dalam bentuk topik atau judul artikel
yang baik, hal ini terlihat hanya 26 % guru
yang mampu membuat topik yang baik serta
oparasional. Namun setelah diberikan kasus
dan contoh artikel oleh penyaji, guru mampu
membuat topik atau judul artikel yang baik
sehingga meningkat menjadi 86 %. Kelemahan
guru dalam menentukan topik ini adalah
guru kesulitan membuat judul artikel ilmiah
yang spesifik, tetapi cukup jelas untuk menggambarkan
penelitian atau kegiatan yang
dikerjakan. Rata rata judul yang dibuat guru
belum menggambarkan kegiatan penelitian
yang dilakukan. Judul yang ditulis oleh para
guru bersifat informatif yang mirip dengan
judul artikel surat kabar. Hal ini tentu sangat
berbeda antara artikel ilmiah dengan artikel
surat kabar.
Sedangkan kesulitan berikutnya yang
dialami oleh guru sebelum diberikan materi
pelatihan ini adalah dalam membuat outline
materi yang akan dituliskan dalam artikel
tersebut. Demikian pula dengan kemampuan
guru dalam menentukan metode penelitian
sangat rendah yaitu 5 %. Berdasarkan diskusi
pada saat pelatihan diperoleh informasi
bahwa beberapa guru hanya mengenal istilah
metode dalam penelitian, tetapi belum mengetahui
cara melakukan dan mengukurnya.
Sehingga ketika diberi lembar evaluasi guru
terkesan hanya menulis metode tanpa mengetahui
tepat tidaknya metode tersebut dipergunakan
dalam penelitian. Kebanyakan
guru masih rancu antara model pembelajaran
dengan metode penelitian. Oleh sebab itu,
pengenalan metode penelitian sangatlah penting
untuk membantu guru dalam melakukan
penelitian dan menulis artikel ilmiah. Akan
tetapi, kemampuan guru dalam dalam menulis
daftar pustaka telah cukup baik, yaitu 62
% sebelum diberikan materi telah mampu
menulis daftar pustaka. Sedangkan dari kuis
yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan
diperoleh gambaran gain kemampuan menulis
artikel ilmiah yang tersaji pada Tabel 1
berikut ini:
Tabel 1. Uji N-gain kemampuan menulis artikel
ilmiah sains guru SD se Kecamatan
Gunungpati Semarang
Jenis Kemampuan
Hasil
Pre (N-gain) Ket
test
Post
test
Membuat topik artikel
ilmiah sains 26 86 0,81 Tinggi
Memetakan materi
artikel pada
pendahuluan
14 82 0,79 Tinggi
Merancang/menentukan
metode penelitian 5 61 0,59 Sedang
Membuat daftar pustaka 62 91 0,76 Tinggi
Rerata N gain 0,74 Tinggi
Berdasarkan Tabel 1. Terlihat bahwa
ketiga kemampuan guru telah mengalami
Putut M, Achmad S, Suharto L, Bambang S, Ellianawati Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah
116 ABDIMAS Vol. 17 No. 2, Desember 2013
peningkatan yang signifikan yaitu membuat
topik artikel ilmiah sains, membuat outline
materi pada pendahuluan dan membuat daftar
pustaka. Hasil dari gain ternormalisasi untuk
ketiga kemampuan tersebut termasuk dalam
kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa
materi yang diberikan oleh penyaji mampu
terserap dengan baik oleh peserta pengabdian
masyarakat. Semangat untuk belajar menulis
artikel ilmiah sains para guru SD di Kecamatan
Gunungpati sangat tinggi, terlihat
dari jumlah peserta yang cukup tinggi selama
dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.
Pada Tabel 1 diperoleh rerata N gain ternormalisasi
sebesar 0,74 dalam kategori tinggi,
artinya bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan
menulis artikel ilmiah sains guru
SD se kecamatan Gunungpati Semarang melalui
kegiatan pengabdian masyarakat ini.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil pelatihan yang telah
dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut: Guru SD Se Kecamatan Gunungpati
telah mampu membuat rancangan pokok pokok
penulisan artikel ilmiah sains sesuai kaidah
JPFI (Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia)
yaitu jurnal nasional terakreditasi yang dimiliki
Jurusan Fisika FMIPA Unnes. Hasil evaluasi
pelaksanaan pelatihan, tampak antusiasme
peserta sebab semua perwakilan SD Se Kecamatan
Gunnungpati hadir. Melalui motivasi
dari para pengabdi dari Jurusan Fisika FMIPA
Unnes, tampak keinginan guru untuk melakukan
penelitian dan publikasi ilmiah. Hal ini
tertihat pada saat sesi tanya jawab, guru berniat
untuk mengetahui dan memahami teknik
menulis artikel ilmiah yang baik dan layak
untuk dipublikasikan pada jurnal.
Saran
Berdasarkan hasil ilmplementasi kegiatan
pengabdian masyarakat yang telah
dilakukan, maka saran untuk perbaikan kegiatan
selanjutnya sebagai berikut: Pengabdian
masyarakat diharapkan melibatkan dosen dari
berbagai disiplin ilmu, yaitu IPA, IPS, Bahasa
dan PPKn. Hal ini karena guru SD merupakan
guru kelas yang pada hakekatnya memilki bidang
peminatan mata pelajaran sesuai keahlian
guru. Jumlah peserta perlu dibatasi sebab
untuk menjangkau sejumlah 35 sekolah di
Kecamatan Gunungpati membutuhkan waktu
dan tenaga yang ekstra keras. Oleh sebab itu
pengabdi menyarankan untuk kegiatan yang
sejenis jumlah peserta kurang dari 20 dan distribusi
guru menurut KKG.
DAFTAR PUSTAKA
Burrows, T. 2011. Writing research articles for
publication. Unpublished manuscript,
the Asian Institute of Technology
Language Center, Khlong Luang,
Thailand.
Ellianawati, B. Subali, S. Linuwih, A.
Sopyan & P. Marwoto. 2012. Strategi
Pembelajaran Inkuiri pada Mata
Pelajaran IPA Sebagai Upaya untuk
memberdayakan Guru SD Kecamatan
Gunungpati Semarang. Laporan
Pengabdian Masyarakat. Fisika-FMIPA
Unnes: Semarang.
Depdiknas Ditjen Dikti Direktorat Ketenagaan.
2006. Pedoman Penyusunan Usulan
dan Laporan Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta
Darley, J. M., Zanna, M. P., & Roediger
III, H. L. (Eds). 2003. The Compleat
Academic:
A Practical Guide for the Beginning Social
Scientist, 2nd Edition. Washington, DC:
American Psychological Association. Carpenter, K.2001. How to Write a Scientific
Article. The Journal of Paleontological
Sciences: JPS.TD.07.0001.
Soedarsono, FX. 1997. Pedoman Pelaksanaan
Penelitian Tindakan Kelas, Rencana
Desain dan Implementasi. Jakarta :
Dirjen Dikti, Depdikbud
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian
Tindakan Kelas. Jakarta : Insan
Cendikia
Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Fisika
UNNES. 2006. Makalah Penulisan
Artikel Ilmiah Sains untuk Guru MTs/
MA se-Kabupaten Pati.

artikel ini telah terbit di pinterduit.com dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Sains Guru Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







Sponsor



Popular Post

  • Cara Deposit RDN IPOTGO
  • Sandisk vs Vgen Micro SD
  • Review Jangkauan TP-LINK CPE220
  • Review Indopremier Sekuritas
  • Akun PUBG Banned Kembali Lagi
  • Cara Install Ulaunch Ps2
  • Benerin Clipper Wahl Berisik
  • 10 Kata Kasar Dan Umpatan Dalam Bahasa Korea
  • My Sister Can't Be Caliphate - Ore no imoto ga kar
  • Analisa Bisnis Franchise Rice Bowl
  • Kisah Sukses Pemilik CLEO Air Mineral
  • Kode Broker Anggota BEI Lengkap
  • Review Broker Forex FBS
  • Adsense Beda Nama Rekening Bank
  • Tombol Stick Ps2 Tidak Responsif
  • Lirik Lagu Nandemonaiya - Radwimps
  • Trading Binomo Menguntungkan?
  • 1 Koin Shopee Berapa Rupiah
  • Review Film Murder Manual (2020)
  • Auto Kaya Saat Tua
  • Mengatasi Tidak Bisa Buat Domain Freenom
  • POC Hack Videotron Jakarta
  • Gaya Hidup Hemat Orang Jepang
  • Pengertian Saham Blue Chips
  • Melacak Pencuri Saldo Bug Gopay
  • Cara Membuat Blog
  • Penyebab Utama Pengusaha Pemula Gagal
  • Cepat Menghasilkan Uang
  • Cara Membuat Akun Webmoney
  • Resep Coca Cola Dr. Stone
  • About Us
  • Pengertian IPO Saham
  • Anti Click Fraud
  • Kode Plat Kendaraan / Nomor Polisi Seluruh Indones
  • Sukses Nabung Walau Gaji Kecil
  • Affiliasi Pinterduit
  • Meteran PLN Rusak "Periksa"
  • Lirik Lagu Tolong - Budi DoReMi
  • Review Adsterra Apakah Worth ?
  • Withdraw NDB Forex
  • Usaha Sprei Sarung Bantal
  • Fee Dan Minimal Withdraw Indodax
  • Meta Robots Html Untuk SEO
  • Strategi Trading Forex Lengkap
  • Daftar Masa Berkecambah Berbagai Macam Benih
  • Hapus AMP Dari Google Index
  • Minimal Deposit IPOT
  • Cara Googlebot Menangani Link Sponsor
  • Kisah Pengalaman Dan Cara Menanam Jagung
  • Leverage Trading Forex Bagus Ideal

  • Recent Post

  • Game Mobile Terbaru, Fate/Grand Order Waltz
  • Fate/Grand Order perlihatkan PV Ultah ke-5 tahun!
  • Berzinah itu apa sih
  • Fate/stay night: Heaven's Feel hadirkan PV terbaru
  • Membahas Opening Terbaru Game Fate/Grand Order
  • Php Format Lastmod Sitemap XML
  • Saat Hukum tidak Berjalan dengan Semestinya
  • Pilihan Ganti Bahasa
  • Fitur Follow Dihapus
  • Wow, Ridwan Kamil Jadi Relawan Uji Coba Vaksin

  • Featured Post

  • Game Mobile Terbaru, Fate/Grand Order Waltz
  • Membahas Opening Terbaru Game Fate/Grand Order
  • Siluman Musang | Cerita Rakyat Mistis Suku Dayak K
  • Bahaya Eksternal Dari Pandemi Covid-19 Yang Juga P
  • New Normal di Korea Selatan Gagal, Bagaimana Denga
  • makanan khas daerah yang tidak si rekomendasikan k
  • 12 Makanan ini punya reputasi buruk, padahal rasan
  • Apakah Konten Wikipedia Boleh Dicopas
  • Cara Install OS Windows
  • Mungkinkah Pasien Covid 19 Di Indonesia Meledak di
  • Rubber Seal (Segel Karet) tabung LPG, Sepele Teta
  • Bisnis paling fenomenal yang pernah Ada hingga saa
  • 12 Tips Keuangan Saat Pandemi Covid 19 Lengkap
  • Fitur Follow Dihapus
  • Fate/Grand Order perlihatkan PV Ultah ke-5 tahun!
  • Bisnis Sampingan Jadi Agen Jual Daster Buat Ibu Ru
  • Mengatasi Cpanel Selalu Logout Sendiri
  • Channel Youtube Calon Sarjana Akhirnya Dihapus Pih
  • Depresi, Anxiety Disorder , Gerd
  • Pengertian SEO
  • Mitos Tentang SEO Yang Menurut Saya Salah Tapi Dip
  • Pasang Gambar Di Postingan
  • Korona dan Fitnah Dajjal | Mengkuat musibah yang m
  • Gaji TKI Di Amerika Serikat
  • Timbangan Beras Kurang, Teliti Sebelum Membeli.
  • Pembaruan Perhitungan Penghasilan Pinterduit.com (
  • Para Kepala Kampung | Cerita Rakyat Mistis Suku Da
  • Peti Mati Berselancar Diatas Air Sungai | Kisah Mi
  • Analogi Penunggang Keledai dan Kebijakan Presiden
  • Quo Vadis Setelah Tamat SLTA?
  • Banyak Orang Mengaku Berintegritas
  • Rumusan yang Tepat dan Benar Dalam Mencapai Kesuks
  • Kisah Nyata | Siasat Mendapatkan Tumpangan Untuk P
  • Kisah Lucu | Saya Ini Legislatif, Bukan Eksekutif
  • Kisah Nyata | Menangkap Ikan Dengan Kelambu
  • Bahan Untuk Membuat Sabun Mandi
  • Menyembuhkan Koreng Dengan Makan Cicak
  • Pembaruan Sistem Pembayaran
  • Pembaruan Tampilan Pinterduit
  • Dalam Dunia Politik Tidak Ada Musuh Ataupun Teman
  • gegar budaya (culture shock) orang Sumatera ketika
  • Review Film Inheritance (2020), Warisan Misterius
  • Explanation Text: How Roman Roads were Built dan T
  • Sepeda Brompton Masuk Kafe
  • Preview Spurs lawan Manchester United
  • Forensic (2020), Mengungkap Kejahatan Masa Lalu.
  • Cara Mendapatkan Storage Unlimited Pada Google Dri
  • Cara menjadi hacker di Android
  • Kalahkan Sociedad, Real Madrid Gusur Barcelona dar
  • Cara meyakinkan orangtua anda bahwa anda siap nika


  • Sponsored