pinterduit blog logo Pinterduit.com

Platform ngeblog asli buatan lokal, menulis itu untuk melepas beban bukan untuk menambah beban







Home » Umum



Bahaya Eksternal Dari Pandemi Covid-19 Yang Juga Perlu Diwaspadai

ERNDT • Umum • 12 Jun 2020 • 42 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Kita sudah memasuki kurang lebih bulan ke 6 dari masa pandemi covid-19 dan sampai tulisan ini ditulis belum ada tanda tanda penurunan tingkat penyebaran virus corona.

Justru yang saya takutkan adalah jika ternyata puncak pandemi belum kita lalui. Entah mungkin beberapa bulan lagi bisa jadi justru adalah puncak penyebarannya. Seperti yang kita lihat berita akhir akhir ini berita mengenai penyebaran virus corona justru mulai merambah ke pasar dan perkantoran dimana banyak orang bekumpul dan berinteraksi. Terlebih lagi dengan kebijakan new normal yang salah satunya adalah tempat rekreasi dan hotel sudah mulai dibuka.

Namun selain bahaya dari virus nya itu sendiri, ada bahaya lain yang tak bisa dianggap remeh. Beberapa bahaya eksternal tersebut juga sudah kita sering dengan beritanya di televisi.

Apa saja bahaya eksternal tersebut? berikut ulasannya.

KONFLIK ANTARA YANG SEHAT DENGAN YANG SAKIT

Banyak sekali yang sudah positive maupun yang masih oranh dalam pemantauan. Merasa disisihkan atau merasa diperlakukan secara tidak tepat. Banyak berita pasien mengamuk pasien kabur dari rumah sakit. Bahkan ada jenazah positive corona yang diambil paksa oleh massa (kerabat almarhum) lantaran merasa saudaranya tidak positive corona. Bahkan massa mengancam tenaga medis menggunakan senjata tajam.


KRIMINALITAS, PENCURIAN, PERAMPOKAN MENINGKAT

Karena kemarin selama masa lockdown / psbb kegiatan ekonomi menjadi lesu. Banyak karyawan pabrik dan perusahaan yang terkena PHK ditambah lagi narapidana yang dilepas (program asimilasi). Hal ini sangat rawan memicu orang yang kepepet ekonomi untuk berbuat hal kriminal seperti mencuri bahkan merampok. Hingga kampung kampung menggalakkam program ronda malam.

KISRUH PENUTUPAN JALAN

Ada juga beberapa kabar berita mengenai kisruh penutupan jalan. Salah satu contohnya ada sebuah desa yang menutup jalan menggunakan bambu dan warga tetangga kampung yang tidak terima jalan ditutup karena mungkin itu adalah jalan tembus untuk mengakses kampungnya melakukan balasan dengan menutup jalan menggunakam batako.

Bahkan ada juga ibu yang sedang melahirkan harus merelakan nyawa sang bayi meninggal karena terjebak macet selama 6 jam karena penutupan jalan kota untuk menyekat penyebaran virua corona.

KISRUH PENERIMA BANTUAN

Hal yang tak kalah mengkhawatirkan lainnya adalah pemberian BLT (bantuan langsung tunai) senilai 600 ribu yang dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran. Sehingga menimbulkan konflik antara penerima dan yang tidak menerima.





Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Bahaya Eksternal Dari Pandemi Covid-19 Yang Juga Perlu Diwaspadai




Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code