pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Umum



Bahkan, Ayam Juga Berdzikir Kepada NYA






Pinterduit.com - Ayam memiliki semesta-nya sendiri. Kita sebagai manusia tidak akan pernah benar-benar memahami dunia-nya mereka. Mungkin bisa, tapi pemahaman tersebut hanya berdasar dari sudut pandang seorang manusia yang dikaruniai akal dan pikiran.

Sebagai contoh, pasti kita akan menilai negatif segala perilaku ayam yang kadang ngecrot sembarangan, bersenggama dengan siapa, kapan dan dimana saja, kawin dengan induk sendiri, gonta-ganti pasangan dan lain sebagainya.

Kesemua perilaku ayam tadi akan menjadi negatif bilamana di lakukan oleh seorang manusia. Seorang manusia yang berakal, berbudi pekerti dan paham akan norma kesusilaan.

Coba anda bayangkan. Anda sedang nongkrong dengan kawan di suatu tempat keramaian. Lalu, tiba-tiba saja kawan anda mengatakan kebelet ngising. Dia tanpa rasa malu membuka celana dan cawet di tempat umum tadi. Tak berselang lama, semua emas yang menumpuk di perutnya berkrocotan dan kawan anda jadi pusat perhatian banyak pasang mata orang.

Mungkin anda tidak akan marah melihat kelakuan bajingan dari kawan anda itu. Tapi anda sepakat bahwa perilaku kawan anda tidak lumrah. Malah mungkin cenderung sinting. Jika manusia menerapkan lifestyle dari ayam ya begitu jadinya. Dan kalau ayam berlaku dengan sifat hewaniah ya jelas normal dan wajar. Anda juga pasti sepakat dengan hal itu.

Ini sekedar opini saya saja. Ayam memang punya otak, tapi tidak dengan akal dan pikiran. Jadi semisal ayam kawin dengan saudara kandung sendiri bahkan kawin dengan ibu sendiri, mungkin itu hal yang wajar dan juga itu sudah menjadi tradisi, budaya, adat atau hal-hal yang kita tidak tahu dengan pasti. Mungkin, ya..

Kan ayam tidak punya akal sehingga gagal berfikir. Gagal berfikir menjadikan ayam tak mampu membedakan mana sanak family dan mana yang boleh dikawini. Mungkin isi kepala ayam adalah bagaimana cara kawin, kawin, kawin, bertelur, beranak. Ngapain pusing-pusing mikirin hukum-hukum pernikahan, toh nanti kalau anak ayam sudah besar bakal di santap manusia. Mungkin begitu institusi per-ayam-an.

Jadi, kalau kita menganggap perilaku ayam adalah Amoral, ya itu karena kita memandang dari sudut pandang kita. Bagi si ayam sendiri sih hal-hal Amoral tersebut adalah suatu kewajaran dan mungkin keharusan. Yang penting kenthu dan ngendog. Semesta ayam terlalu luas di monopoli pikiran manusia.

Pun sama dengan si ayam. Mereka juga tidak bakal mampu memahami segala tindak-tanduk manusia. Contoh : seekor ayam ngising di teras rumah, dengan segera anda pasti akan mengusir dan memaki ayam sialan tersebut.

"Ayam bajingan! Brengkolang Ndase mengko!!"

Ketika ayam mendengar umpatan anda, mungkin ayam tersebut akan merasa heran. Kenapa dirinya di marahin dan di maki padahal ia sudah ngising pada tempatnya. Kan mungkin juga si ayam menganggap teras rumah anda adalah wc bagi mereka. Mungkin mereka akan mengatakan,

"Manusia goblog! Saya ngising di wc umum kok malah di maki"

"Sialan! Lagi nikmat ngising malah di intip sama manusia"

"Dasar manusia biadab!!!"

Mungkin begitu terjemahan bahasa ayam. Yang ketika kita dengar di telinga hanya celoteh "pekok, pekok, kok, kok, pekok"

Sebatang rokok jadi teman sunyi ketika sore ini hujan turun deras sekali. Hujan disertai petir, saya jadi ketar-ketir. Suara petir saling bersautan dengan ayam jago yang berkokok lantang.

"Kukuruyuuuuuuk".

Itu suara yang saya dengar, kukuruyuk. Dan Anda juga ketika mendengar ayam berkokok suaranya pasti kukuruyuk. Tapi nih.. Terserah anda mau percaya atau tidak, tapi sebenarnya Kita tidak pernah mendengar dengan jelas suara kokok ayam tersebut.

Yang kita dengar kukuruyuk. Dan memang begitu kedengaran-nya. Namun sebenarnya bukan begitu. Frekuensi dari suara kokok ayam tidak terkonversikan dengan jelas oleh pendengaran telinga kita. Telinga kita terbatas untuk mendengarkan hal-hal yang diluar batas pendengaran. Bingung, ya?

Jadi gini..

Saya mengimani bahwa semua makhluk yang berada di alam semesta ini berdzikir menyebut nama Allah SWT. Saya mengimani itu dengan aman. Sepenuh hati percaya.

Jangan kira hanya anda-anda saja hei manusia yang berdzikir kepada tuhan-NYA! Semua makhluk turut serta berdzikir kepada Allah SWT. Pun juga dengan makhluk ciptaan tuhan yang bernama ayam.

Terus, korelasi antara ayam berkokok dan dzikir kepada Allah SWT apa?

Pertanyaaan yang menarik, bung!

Gini..

Suara yang kita dengar ketika ayam berkokok adalah kukuruyuk. Tapi, coba kamu perhatikan kata 'kukuruyuk' ini. Lalu kamu perhatikan lafadz yang berasal dari bahasa Arab berikut : Qud Kurullah.

Apakah anda menemukan kesamaan?

Jika belum, coba sekarang anda membayangkan dan coba menirukan suara kokok ayam. Kemudian anda ganti kata kukuruyuk dengan lafadz diatas. Anda senandungkan lafadz tersebut dengan nada dan intonasi seperti suara ayam berkokok.

Jadi, bagaimana? Sudahkah anda menemukan korelasi-nya?

Sungguh, saya malu pada seekor ayam. Ayam saja tak lupa berdizikir, akan tetapi saya seringkali lupa menyebut Asma NYA. Saya lupa dan ingkar pada DIA yang memberi segala nikmat dan karunia.

Www.vsdiksi.com

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Bahkan, Ayam Juga Berdzikir Kepada NYA





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







space iklan

Saran Artikel



Anak Sekolah | Dipanggil Anak-Anak, Murid, Pelajar

Apalah artinya sebuah nama, kata penyair terkenal Inggris William Shakespeare. Padahal menurut penulis, di dalam hal tertentu sebuah nama itu sangatlah penting sebagai pembeda. Seandainya jika semua k

Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Sains

Putut Marwoto, Achmad Sopyan, Suharto Linuwih, Bambang Subali, Ellianawati Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang Email: [email protected] A

Arti Lirik Lagu YUI - Fight | Terjemahan Arti Lag

Jepang: Egaku yume ga subete kanau wake nado nai kedo Anata datte wakatteiru hazu yo Kowaresouna sora date Atashi wa ukeireru kara Daijoubu yo yasashii uso otona ni naritai Ganbare

Kisah Lucu | Saya Ini Legislatif, Bukan Eksekutif

Ini adalah cerita dari mulut ke mulut tentang seorang anggota Dewan Tingkat Kabupaten, yang pertama kali melakukan perjalanan dinas dengan tujuan Jakarta. Dari kota kabupaten ke provinsi, terlebih d

Membatasi Pemakaian Gadget dan Komputer Pada Anak

Sumber Poto: https://www.liputan6.com/tekno/read/3904224/daftar-harga-hp-android-murah-dengan-spesifikasi-mumpuni-ramah-kantong-banget Dewasa ini hampir tidak ada lagi orang yang tidak punya gadget da


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum


space iklan

space iklan
pinterduit.com