pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Umum



BBM Beroktan Rendah Mau Dikiamatkan?






Pinterduit.com - Sebelum BBM beroktan rendah akan dikiamatkan oleh Pemerintah (https://otomotif.kompas.com/read/2019/08/19/073200315/4-jenis-bbm-yang-harus-dihapus-pemerintah), penulis ingin berbagi pengalaman menggunakan BBM Bensin dan Pertalite dalam perjalanan pulang pergi menggunakan sepeda motor dari Ibu kota Kabupaten ke Ibu Kota Provinsi sejauh 367,5 km atau kurang lebih 735 km PP. Hal ini telah penulis lakukan lebih dari 200 kali sejak tahun 1992.
Penulis mengantarkan anak untuk mendaftar ulang karena dia lulus di sebuah PTN di Ibu Kota Provinsi tahun 2012. Kami berdua masing-masing mengendarai sepeda motor sendiri-sendiri, karena punya dia langsung untuk kendaraannya kuliah, sementara punya saya adalah untuk kendaraan kembali lagi ke ibu kota Kabupaten.
Anak saya mengendarai sepeda motor bebek kubikasi 110 cc karburator dan saya bebek 125 cc PGM-FI. Biasanya jika saya pergi sendirian, maka hanya sekali isi BBM kira-kira di pertengahan jarak antara kedua kota itu, karena konsumsi BBM sepeda motor saya mencapai 61,8 km/liter dengan metode ECE R40, sementara kepunyaan anak saya 58 km/liter.
Dengan kapasitas tangki BBM masing-masing sama, yaitu 3,7 liter. Maka sepeda motor saya mampu menempuh jarak sejauh 228,66‬ km dan punya anak saya sejauh 214,6 km untuk sekali isi. Sehingga dari kota kabupaten tempat tinggal kami jika diisi full tank, maka dalam perjalanan hanya sekali isi saja sudah sampai ke ibu kota provinsi.
Namun tidak dinyana pada hari kami berdua berangkat itu, ternyata tidak ada SPBU yang menjual Premium, yang ada hanya Pertalite. Terus terang saja saya ini orang yang tidak mudah percaya dengan anjuran berkaitan dengan BBM kendaraan bermotor apalagi jika berharga lebih mahal dan belum terbukti benar.
Saya berpikir pada waktu, ini hanyalah akal-akalan Pemerintah saja, menjual BBM yang sama dengan harga berbeda dan diberi warna berbeda pula. Itulah yang membuat saya tetap keukeh menggunakan Premium, karena harganya jauh lebih murah. Padahal sepeda motor saya mempunyai kompresi 9,3:1 dan oleh pabrikan disarankan menggunakan Pertalite RON 90, karena lebih cocok untuk memaksimalkan tenaga dan pembakarannya.
Karena memang kami berdua harus berangkat, maka terpaksalah kami mengisinya dengan Pertalite. Pada awalnya saya tidak menyadari perubahannya. Tetapi lama kelamaan akhirnya saya menyadari, bahwa tarikan mesinnya terasa begitu ringan dan responsive. Begitu juga ketika kami kembali mengisi BBM di pertengahan perjalanan seperti biasa, ternyata BBM-nya tersisa masih lebih banyak dari biasanya. Artinya Pertalite itu pembakarannya lebih sempurna sehingga lebih bertenaga dan lebih hemat.
Sayapun akhirnya menyadari kesalahan saya tidak percaya dengan perkataan Pemerintah (Maaf ya Bapak dan Ibu di Pertamina). Barulah saya menyadari jika Pemerintah itu ibaratkan orang tua bagi rakyatnya, manalah mungkin orangtua berdusta terhadap anaknya. Pastilah semua yang mereka lakukan adalah untuk kebaikan anak-anaknya. Semenjak saat itu, saya selalu menggunakan Pertalite untuk sepeda motor saya.
Sehingga sekarang berkaitan dengan wacana akan dikiamatkannya BBM beroktan rendah oleh Pemerintah (baca: Pertamina), saya sangat percaya. Bahwa itu bukanlah akal-akalan Pemerintah. Tetapi itu semua demi kebaikan kita bersama, baik ditinjau dari sisi lingkungan maupun untuk keawetan kendaraan milik kita.
Adapun BBM beroktan rendah yang akan dikiamatkan dari muka bumi Pertiwi adalah Premium, Pertalite, Solar, dan Dexlite karena tidak sesuai dengan standar Euro-4, padahal teknologi otomotif di Indonesia sudah mengadopsi teknologi kendaraan berstandar Euro 4 sejak 10 Maret 2017 (https://otomotif.kompas.com/read/2019/08/19/).

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul BBM Beroktan Rendah Mau Dikiamatkan?





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







space iklan

Saran Artikel



Kapasitas Otak Manusia Dalam Bekerja

Benarlah tentang kemampuan otak 10%? Ya, konon katanya, otak manusia seperti kita hanya digunakan kurang dari 10 persen saja lho. Sementara itu, orang-orang pintar seperti Albert Einstein mampu menggu

Arti Lirik Lagu YUI - Its All To Much | Terjemaha

Jepang: KOBARUTO iro ni kawaru yoru sa Tsumetaku hikari hoshizora KOTOBA nara mou iranai kara Namida ni kakureta shinjitsu wo Tokiakasou suru yori Konkyo mo nai uranai no hou ga

Manfaat memiliki toko online

Berbeda jika kita beli barang di pasar maupun di supermarket, di pasar bisa terjadi tawar-menawar dan di supermarket tidak bisa, karena harga yang sudah di bandrol dan paten, begitu juga toko online h

Tiga Ekor Kucing | Tips Menghilangkan Stress Saat

Salah satu hiburan kami dalam melewati masa Pandemic Corona 2020 ini, adalah mengurus dan bermain-main dengan anak-anak kucing kami. Tiga ekor kucing ini bernama Garfield, Simba, dan Lily. Mereka beru

waspada banjir dimusim penghujan

perlu sahabat ketahui bahwa banjir bisa menyebabkan kehilangan harta dan nyawa serta dapat menimbulkan trauma yang terus menerus. bagi sahabat yang terlanjur mendapat langganan banjir daerah pemukiman


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum


space iklan

space iklan
pinterduit.com