pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Umum



Cerita Lucu | Cara Kawin Yang Benar






Pinterduit.com -
Pada suatu ketika di jaman dahulu kala, tersebutlah seorang Temuoi (orang yang merantau ke daerah lain) menginap di rumah sebuah keluarga yang baru beberapa tahun menikah. Keluarga baru ini belum dikarunia anak.
Pagi besok harinya, Temuoi ini tanpa sengaja mendengar suara berisik dari kedua suami isteri itu di tanah di samping rumah panggung tempatnya menginap ini. Diapun waspada, karena pada waktu itu masih jaman mengayau. Sebab bisa saja dirinya dijadikan sasaran pembunuhan, karena dia orang luar.
Diapun diam-diam mengintip ke arah tanah dari celah-celah dinding rumah yang terbuat kulit kayu dan memang banyak retaknya. Si Temuoi pun terkejut bukan kepalang, karena suara berisik kedua orang itu rupanya karena mereka sedang melakukan kegiatan yang tidak masuk akal.
Sang isteri dalam keadaan tanpa sehelai benangpun, meringkuk di depan suaminya sambil menggigil kedinginan. Sementara sang suami sedang sibuk mengipasi isterinya dengan sebuah Tahap (penampi beras khas Kalimantan, berbentuk segi empat). Kulit putih mulus tanpa tertutup apapun dari isteri pemilik rumah itu membuat jakun si Temuoi turun naik. Dia memperhatikan mereka berdua tanpa berkedip.
Beberapa saat kemudian kedua orang itu menghentikan kegiatannya dan berpakaian serta menuju ke tangga naik ke dalam rumah. Sebelum kedua orang itu masuk rumah, si Temuoi pun cepat-cepat berbaring seolah olah tidak tahu apa-apa. Kedua orang itu masuk ke rumah dan kembali beraktifitas seperti sediakala.
Tak lama setelah itu, sang suami pergi memeriksa pukat mereka di teluk dari sebuah sungai dekat rumah. Ketika si suami itu sedang memeriksa pukat, Temuoi mendekati isteri tuan rumah. Dengan berbagai siasat dan pendekatan, dia berusaha mengetahui apa yang mereka berdua lakukan tadi pagi.
Dengan malu-malu isteri tuan rumah itu menceritakan, bahwa kegiatan yang mereka lakukan tadi adalah kawin, karena sudah lama ingin punya anak.
“Tapi mengapa harus pakai Tahap?”
“Agar saya masuk angin (hamil).” Jelas isteri tuan rumah.
Si Temuoi tertawa dalam hati, kawin kok begitu caranya. Dia lalu mengatakan, bahwa kawin itu bukan begitu caranya. Kalau di kipas begitu sih bukannya enak, malahan membuat kedinginan. Isteri tuan rumah pun sangat tertarik dan menanyakan bagaimana caranya kawin yang benar itu.
Akal licik si Temuoi pun bekerja, bahwa cara kawin itu tidak diberi tahu caranya, tetapi harus dipraktekan. Lalu isteri tuan rumah bersedia mempraktekannya bersama si Temuoi, karena dia sudah lama menginginkan anak. Tak lama mereka berduapun kawin sebagaimana layaknya manusia normal melakukannya.
Ketika keduanya sedang asyik melakukan kegiatan itu, tiba-tiba si suami pun pulang dan dia melihat jelas kelakuan kedua orang itu. Si Temuoi, karena merasa dirinya bersalah, dia langsung lari tunggang langgang dan turun ke sungai lalu mengayuh sebuah perahu dan berlayar pergi tanpa sempat membawa barang-barangnya.
Si suami lalu menanyakan isterinya, apa yang dilakukannya tadi bersama si Temuoi. Isterinya mengatakan bahwa si Temuoi mengajarkan dia kawin. Lalu, bagaimana rasanya dibandingkan yang biasa mereka lakukan, tanya sang suami. Si isteri menjelaskan, bahwa apa yang dilakukannya bersama si Temuoi tadi sungguh nikmat dan dia tidak kedinginan.
Mendengar itu, sang suami langsung membawa parang, gong dan tempayan adat mereka yang memang di simpan di kamar. Dia pun menaiki sebuah perahu dan mengejar si Temuoi. Si Temuoi tidak mengira jika sang suami tuan rumah mengejarnya. Di saat sudah dekat barulah dia tersadar. Lalu mengayuh perahunya sekuat tenaga untuk melarikan diri. Karena dia takut di bunuh oleh suami tuan rumah perempuan.
Tetapi tenaga si suami ternyata lebih kuat dan terlatih, tak lama kemudian si Temuoi pun tersusul dan sang suami meloncat ke dalam perahunya sambil membawa parang, gong dan tempayan.
“Ampun. Ampun. Aku bersalah. Jangan membunuh aku. Berapapun adatnya akan kubayar.” Serunya memohon ketakutan.
“Membunuh apa? Ini, aku membayarmu karena sudah mengajarkan kami cara kawin yang benar.”Kata sang suami sambil menyerahkan gong dan tempayan kepada si Temuoi.
“Ambillah itu, sebagai upahmu.”
“Apa? Sang Temuoi pun melongo. Di kiranya tadi si suami mengejar mau membunuhnya karena telah menggauli isterinya. Ternyata malah memberinya upah,
“Ya. Ya. Terima kasih.” Katanya terbata-bata karena masih ketakutan. Dia mengambil barang pemberian itu. Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa kembali mengambil perbekalannya, karena takut si suami itu lalu berubah pikiran. Sang suamipun lalu kembali lagi ke tempat isterinya sambil bersenandung senang, karena sudah tahu cara kawin yang benar.


Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Cerita Lucu | Cara Kawin Yang Benar





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







space iklan

Saran Artikel



Macam Macam Pedang Jepang

Halo gaes, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sekilas tentang macam macam pedang yang berasal dari Jepang agar menambah pengetahuan kita dan agar tidak salah sebut dengan sebutan samurai. KA

Wisata Merapi Park Pesona Eropa

Merapi Park juga sering disebut The World Landmarks, karena menyediakan banyak fariasi miniatur dari beberapa icon terkenal kota-kota besar di seluruh dunia. DI taman Merapi Park terdapat miniatur i

Pemerintah Di Tempat Saya Belum Memberikan Bantuan

Tulisan ini bukan dibuat untuk hate speech atau ujaran kebencian, namun lebih ke curahan hati sebagai warga negara Indonesia, karena memang hak bersuara dan mengemukakan pendapat dilindungi oleh undan

Arti Lirik Lagu YUI - Skyline | Terjemahan Arti L

Jepang: Chotto dake kangae sugichau mitai Nemurenai heya no naka Isso mou yoru wo tobidashite mitai Madobe ni tameiki ga ochiru Tsuki akari onukete tooku made Habataite mitai no ni Dous

Pengertian Hutan Kota dan Fungsinya

Hutan kota (urban forest) adalah suatu lahan yang ditumbuhi pohon-pohonan di wilayah perkotaan, di tanah negara atau tanah milik, berfungsi sebagai penyangga lingkungan dalam hal pengaturan tata air,


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum


space iklan

space iklan
pinterduit.com