pinterduit blog logo Pinterduit.com

Platform ngeblog asli buatan lokal, menulis itu untuk melepas beban bukan untuk menambah beban







Home » Forex



Fatwa MUI Tentang Trading Forex Itu Haram

ERNDT • Forex • 27 Aug 2020 • 485 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Kontroversi mengenai halal atau haram trading forex terus bergulir, ada yang berpendapat bahwa forex itu judi, forex itu haram. Namun pada artikel kali ini akan saya tuntaskan jawabannya.
Halo ketemu lagi dengan pinterduit.com blog yang membahas seputar uang, forex, saham, bitcoin, emas dan investasi lainnya.
Bagi yang belum baca artikel sebelumnya silahkan baca Bonus No Deposit Forex Bisa Diwithdraw Atau Hanya Penipuan , Ini Kisah Saya
Saya sendiri sering merasa geregetan sendiri dengan orang orang yang menghakimi forex itu judi forex itu haram, sebenarnya mereka ini tahu ga sih apa sebenarnya trading forex itu ?
Kalau pendapat saya sendiri trading forex itu bisa halal dan bisa haram tergantung pelakunya.
Biar ga hanya debat kusir berikut argumen logisnya.



FOREX ITU JUDI

Ya forex bisa menjadi judi kalau pelaku nya trading asal asalan hanya main tebak tebakan tanpa pakai ilmu analisa teknikal, fundamental, manajemen risk.
Jika pelakunya melakukan analisa teknikal, fundamental, manajemen risk sama seperti pekerjaan pada umumnya kita dibayar atas usaha kita jerih payah kita. Bukan karena tebak tebakan ngitung kancing.
Di dalam forex banyak hal sebagian besar yang masih bisa kita kendalikan, kita bisa membuka order dengan lot 0.01 sampai dengan hampir tak terhingga tergantung modal. Kita bisa menentukan waktu trading kita secara bebas, ada banyak pilihan yang masih bisa kita kendalikan.
Sedangkan dalam judi kita hanya untung untungan saja. Setidaknya didalam forex kita bisa mempunyai possibilitas sampai 75% , sedangkan didalam judi possibilitas paling baik hanya 50% (pilihan besar kecil atau ganjil genap) itupun masih dipotong komisi bandar, kita tidak dapat hadiah senilai full seperti bet yang kita pasang. Misalnya pasang bet 1000 yang akan kita dapatkan hanya 950.
Forex berbeda dengan option dan binary yang hanya main tebak tebakan dan waktu dibatasi harus close order dalam waktu sekian detik.
Maka gugurlah argument bahwa forex adalah judi.



FOREX RIBA KARENA ADA BUNGA

Ya didalam trading forex jika ada transaksi menginap lebih dari semalam memang dikenakan SWAP, SWAP adalah bunga yang harus dibayar atau bunga yang didapat karena ada transaksi yang menginap lebih dari semalam , swap dapat bernilai positif maupun negatif.
Dan kabar baiknya, sekarang beberapa broker sudah menyediakan akun islami / syariah / swap free. Jadi order yang menginap lebih dari semalam tidak akan dikenakan bunga.
Maka gugurlah argument bahwa forex adalah riba.

Kalau spread itu menurut saya bukan riba, itu adalah biaya jasa yang harus kita bayar kepada broker karena telah menyediakan fasilitas untuk sewa server, karyawan dsb. Sama seperti kita cukur rambut, kita bayar biaya karena tukang cukurnya juga butuh biaya untuk beli mesin cukur, sewa tempat dll.


FOREX ITU ANIAYA MERUGIKAN YANG KALAH

Ini juga tergantung pelakunya jika kita melakukan trading forex dengan cara spekulasi dan nilainya jutaan dollar seperti George Soros yang mampu menghancurkan sebuah negara. Mampu menjatuhkan poundsterling, menciptakan krisis di Asia Timur (Korea, Thailand, Indonesia). Maka itu saya sebut memang bersifat aniaya karena merugikan orang banyak bahkan satu negara dibuat susah, maka forex bisa bersifat haram.
Tapi jika tujuan trading hanya untuk bekerja mencari nafkah buat makan sehari hari, kita melakukan analisa dan mengeluarkan modal lalu mendapatkan keuntungan. Apa bedanya denga beli ayam dipeternak 1000 lalu dijual ke pasar dengan harga 1500
Maka forex menjadi halal karena tidak melakukan aniaya, hanya untuk bekerja mencari nafkah. Bukankah bekerja itu bagus daripada mencuri, merampok.
Forex itu legal, ada regulasinya ada badan resmi yang mengawasi yaitu BAPPEPTI.

Sebelum trading forex sudah tertulis peringatan, aktifitas trading untuk tujuan mencari keuntungan adalah kegiatan beresiko, kami tidak memaksa anda untuk melakukannya.

Jadi sebelum masuk gerbang sudah diperingatkan, masuk atas dasar sukarela , jika tidak suka jangan masuk silahkan puter balik. Jadi tidak ada aniaya (paksaan).


FOREX ITU TIDAK TUNAI

Yang tidak tunai itu seperti kredit motor, kredit rumah denga bunga riba. Terima barangnya lebih dulu baru dibayar kemudian.
Sedangkan dalam forex spot adalah transaksi terjadi secara tunai, tidak seperti pada option (beli dulu barangnya masih tersembunyi / tebak tebakan ).

Ada argument sebagai berikut,
Dalam forex kan tidak secara tunai uang kelihatan fisiknya ? mungkin itu argument yang menurut saya orang gaptek, jaman sekarang sudah maju. Kita harus menyesuaikan dengan jaman. Cukup melalui internet sudah dianggap tunai dan legal. Apa iya kita mau beli barang di Amerika dari Indonesia kita harus kesana dulu bawa uang tunai. Jaman sudah maju selama itu demi kebaikan ya harus kita terima. Contohnya saja pergi haji naik pesawat adalah bentuk penyesuaian terhadap zaman. Apa iya naik haji harus naik unta dari Indonesia ke Arab Saudi.

Yang dimaksud tidak tunai itu pembayaran tertunda lebih dari 2 hari (2 hari adalah masih batas wajar pemrosesan transaksi). Namun untuk transaksi transfer online secara realtime itu adalah bentuk kemajuan zaman, salah jika itu dianggap tidak tunai.



FOREX ITU ILLEGAL

Forex itu legal diperbolehkan oleh pemerintah dan ada badan resmi yang mengawasi untuk lokal ada badan pengawas dan untuk internasional juga ada badan pengawasnya. Orang bebas dan boleh melakukan jual beli valuta asing , namun harus seauai aturan yang telah ditetapkan. Yang dilarang itu penipuan investasi bodong dengan kedok investasi forex.



FATWA MUI TENTANG FOREX

MUI telah memberikan fatwa bahwa forex itu adalah halal. Yang haram itu trading binary, option dan swap.
Berikut kutipannya
FATWA
DEWAN SYARI'AH NASIONAL
Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002
Tentang
JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF)
بِسمِ االلهِ الرحمنِ الرحِيمِ
Dewan Syari'ah Nasional setelah,
Menimbang : a. bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi
berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi
jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang
sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis;
b. bahwa dalam 'urf tijari (tradisi perdagangan) transak-
si jual-beli mata uang dikenal beberapa bentuk
transaksi yang status hukumnya dalam pandang
ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan
bentuk lain;
c. bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan
sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu
menetapkan fatwa tentang al-sharf untuk dijadikan
pedoman.
Mengingat : 1. Firman Allah, QS. al-Baqarah [2]: 275:
... وأَحلَّ االلهُ الْبيع وحرم الربا...
"…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba…."
2. Hadits Nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari
Abu Sa'id al-Khudri:
أَنَّ رسولَ االلهِ صلَّى االلهُ علَيهِ وآلِهِ وسلَّم قَالَ: إِنما الْبيع
عن تراضٍ، (رواه البيهقي وابن ماجة وصححه ابن
حبان )
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya jual beli
itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan
(antara kedua belah pihak)" (HR. al-Baihaqi dan
Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).
3. Hadits Nabi riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmizi,
Nasa'i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari
‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w. bersabda:
28 Jual Beli Mata Uang 2
Dewan Syariah Nasional MUI
الذَّهب بِالذَّهبِ والْفِضةُ بِالْفِضةِ والْبر بِالْبر والشعِير
بِالشعِيرِ والتمر بِالتمرِ والْمِلْح بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ، سواءً
بِسواءٍ، يدا بِيدٍ، فَإِذَا اختلَفَت هذِهِ اْلأَصناف فَبِيعوا
كَيف شِئْتم إِذَا كَانَ يدا بِيدٍ .
“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak,
gandum dengan gandum, sya'ir dengan sya'ir, kurma
dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan
syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai.
Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika
dilakukan secara tunai.”
4. Hadits Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu
Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin
Khatthab, Nabi s.a.w. bersabda:
اَلذَّهب بِالْورِقِ رِبا إِلاَّ هاءَ وهاءَ...
“(Jual beli) emas dengan perak adalah riba kecuali
(dilakukan) secara tunai.”
5. Hadits Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id al-
Khudri, Nabi s.a.w. bersabda:
لاَ تبِيعوا الذَّهب بِالذَّهبِ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ ولاَ تشِفُّوا
بعضها علَى بعضٍ، ولاَ تبِيعوا الْورِق بِالْورِقِ إِلاَّ مِثْلاً
بِمِثْلٍ ولاَ تشِفُّوا بعضها علَى بعضٍ، ولاَ تبِيعوا مِنها غَائِبا
بِناجِزٍ .
“Janganlah kamu menjual emas dengan emas
kecuali sama (nilainya) dan janganlah
menambahkan sebagian atas sebagian yang lain;
janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama
(nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian
atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual
emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan
yang tunai.”
6. Hadits Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib dan
Zaid bin Arqam:
نهى رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّه علَيهِ وسلَّم عن بيعِ الْورِقِ
بِالذَّهبِ دينا .
“Rasulullah saw melarang menjual perak dengan
emas secara piutang (tidak tunai).”
7. Hadits Nabi riwayat Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf al-
Muzani, Nabi s.a.w. bersabda:
اَلصلْح جائِز بين الْمسلِمِين إِلاَّ صلْحا حرم حلاَلاً أَو
أَحلَّ حراما والْمسلِمونَ علَى شروطِهِم إِلاَّ شرطًا حرم
حلاَلاً أَو أَحلَّ حراما .
“Perjanjian boleh dilakukan di antara kaum
muslimin kecuali perjanjian yang mengharamkan
yang halal atau menghalalkan yang haram; dan
kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka
kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau
menghalalkan yang haram.”
8. Ijma.
Ulama sepakat (ijma') bahwa akad al-sharf disyari'at-
kan dengan syarat-syarat tertentu.
Memperhatikan : 1. Surat dari pimpinan Unit Usaha Syariah Bank BNI
Nomor: UUS/2/878.
2. Pendapat peserta Rapat Pleno DSN pada hari Kamis,
tanggal 14 Muharram 1423 H/ 28 Maret 2002 M.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG
Pertama : Ketentuan Umum
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga
(simpanan)
c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang
sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-
taqabudh).
d. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan
nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan dan secara tunai.
Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
a. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan pen-
jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat
itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling
lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya
adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan
waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian
yang tidak bisa dihindari (هنِم دب ُلاَ مام (ِdan merupakan
transaksi internasional.
b. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan
penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat
sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan
datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun.
Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-
kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan
penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal
harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu
sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan
dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan
yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
c. Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau
penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasi-
kan dengan pembelian antara penjualan valas yang
sama dengan harga forward. Hukumnya haram,
karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
d. Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh
hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual
yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta
asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir
tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung
unsur maisir (spekulasi).
Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan keten-
tuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan,
akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 14 Muharram 1423 H.
28 Maret 2002 M.
DEWAN SYARI’AH NASIONAL
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua, Sekretaris,
K.H.M.A. Sahal Mahfudh Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin
Bisa anda unduh dalam format pdf disini
https://dsnmui.or.id/kategori/fatwa/page/10/



PENUTUP

Kesimpulannya adalah MUI pada dasarnya memperbolehkan jual beli valuta asing dan itu halal asalkan sesuai kaidah kaidah yang telah diajarkan dalam agama Islam. Demikian pembahasan artikel tentang fatwa MUI tentang forex ini, apakah halal atau haram. Jika ada tambahan silahkan tuliskan di kolom komentar.
Baca juga Buku Ini Mengubah Strategi Trading Forex Saya Menjadi Pro !!
Penulis: Eri Nurdiyanto

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Fatwa MUI Tentang Trading Forex Itu Haram




Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code