Please wait...

Mau pasang iklan atau hasilkan uang dengan berkontribusi menulis konten di situs ini ? Buat akun sekarang





Home » Other » Internet murah Elon Musk | Hanya Rp.150.000 Per 1.000 Gb dengan kecepatan 10.000 Mb per Detik



Internet murah Elon Musk | Hanya Rp.150.000 Per 1.000 Gb dengan kecepatan 10.000 Mb per Detik

Menuju Hidup Lebih Baik / Other/ 2020/06/03 15:39 / 25 Views / 4 Like / 0 Dislike




Pinterduit.com - Akhir-akhir ini nama Elon Musk semakin moncer, setelah pada hari Sabtu, 30 Mei 2020, perusahaan SpaceX miliknya, berhasil meluncurkan astronot NASA Bob Behnken dan Doug Hurley ke orbit (https://teknologi.bisnis.com/ ). Laki-laki kelahiran Afrika Selatan tahun 1971 ini adalah pendiri Space-X, Tesla Motors, PayPall, OpenAI, SolarCity, dan Neuralink, serta beberapa perusahaan lainnya. Musk menyatakan bahwa dengan perusahaan-perusahaan ini didirikannya dengan tujuan mengubah dunia dan kehidupan manusia termasuk mengurangi pemanasan global melalui peningkatan produksi dan konsumsi energi terbarukan. Ia juga berharap dapat mengurangi "risiko punahnya umat manusia" dengan meningkatkan teknologi untuk hidup di planet lain, khususnya di Mars (https://id.wikipedia.org/wiki/Elon_Musk). Pratama Persadha, pakar keamanan siber dari Communication and Informatian Sistem Security Research Center (CISSReC) mengingatkan pebisnis provider di Tanah Air terkait dengan rencana Elon Musk membuat internet kencang dan murah. Dosen Etnografi Dunia Maya pada Program Studi S-2 Antropologi UGM Yogyakarta ini menilai cita-cita Elon Musk luar biasa sekaligus menimbulkan ancaman tersendiri bagi dunia bisnis di Tanah Air, seperti bisnis provider, yaitu internet kencang tanpa fiber optik karena semua full support dari satelit (https://www.sinarharapan.co/lifestyle/). Pada bulan April 2020 Space X meluncurkan 60 satelit untuk program Starlink, yaitu program internet murah. Elon Musk bercita-cita meluncurkan internet murah di akhir 2020 di Kanada dan Amerika Serikat. Paket termurah yang dipatok Elon Musk rencananya sebesar 9,99 dolar AS (Rp150 ribu) untuk 1.000 gigabyte dengan kecapatan 10.000 megabyte per detik (https://www.sinarharapan.co/). Apakah sidang pembaca sekarang sedang berada di zona nyaman, karena bisa dengan mudah mendapatkan koneksi internet hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik melalui wifi gratis dikantoran atau berbayar seperti melalui berlangganan pribadi ataupun melalui wifi di café-café? Atau ada juga yang merasa bahwa koneksi internet di Indonesia masih begitu lamban tidak sesuai janji provider dan juga berharga mahal? Kalau menurut penulis, terus terang saja adalah termasuk golongan yang kedua. Karena menurut pengalaman, koneksi internet di Indonesia tidak sesuai dengan janji-janji provider. Apa lagi jika dikaitkan dengan janji kecepatan akses dari provider. Kita pasang yang kecepatannya 20 Mbps, ternyata jika ada peristiwa penting seperti misalnya pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini atau pada waktu malam hari, aksesnya bisa hanya pada kecepatan kbps saja, karena untuk untuk download file 5MB saja bisa membutuhkan waktu berjam-jam dan juga sering putus-nyambung kayak pacaran saja. Sehingga tanpa sadar segala nama hewan di kebun binatangpun meluncur dari mulut kita. Belum lagi sewaktu penulis memasangnya, paketnya banyak sekali dan tidak boleh memilih, padahal yang diperlukan hanya untuk akses internet saja. Tetapi karena waktu itu tidak ada pilihan, ya apa boleh buatlah. Penulis memang tidak pernah komplain, karena kalau melihat di media sosial, komplain para pemakai dari seluruh Indonesia sudah begitu berjibun seperti laci doa di filem Bruce Almighty. Tetapi sepertinya para provider memakai jurus tuli bin bisu saja, jadi segala komplain itu sama saja seperti menyiramkan se ember air ke permukaan gurun sahara. Sehingga penulis lebih memilih untuk diam saja dan membiasakan diri saja dengan segala ketidak-nyamanan dan ketidak-puasan itu, itulah Indonesiaku. Dari sisi harga, kalau diukur dengan penghasilan penulis, maka harga yang diterapkan oleh para provider itu masih terlalu mahal. Sehingga kemarin ketika ada tersirat khabar angin perusahaan google mau membuat internet murah di dunia dengan sistem balon udara, penulis sudah bersorak kegirangan. Karena terus terang saja, tarif langganan penulis yang ada sekarang itu sudah cukup untuk membeli beras 63 kg, kebutuhan beras kami sekeluarga untuk satu bulan. Ke depannya, teknologi akan semakin murah, mudah, dan cepat. Selama ini ada kecenderungan para provider itu menggunakan sistem pemaksaan. Misalnya, sebuah kartu itu ada masa hidupnya, sebuah paket juga ada masa berlaku atau ada masa hidupnya. Ini tentu saja bertujuan untuk mendapatkan minimal pemasukan perusahaan setiap bulannya. Memang dari segi perusahaan, hal ini adalah strategi yang jitu karena mereka bisa membuat target pendapatan minimal perbulan. Tapi tidak demikian bagi konsumen, karena komsumen maunya kartu SIMnya itu hidup terus sepanjang masa tanpa harus dihidupkan dengan membeli paket ataupun kuota. Juga kuota atau paket internetnya tidak ada sistem kedaluwarsanya, terserah konsumen yang memakainya apakah mau boros-boros karena dia memang kaya raya ataupun berhemat sesuai dengan kebutuhannya karena keuangannya yang sangat seret tetapi tetap perlu berinternet ria. Apa yang akan ditawarkan oleh Elon Musk, adalah sebuah revolusi di bidang kecepatan dan murahnya harga berlangganan internet. Sebaiknya para provider di Indonesia harus mawas diri sejak dari sekarang, karena tahun 2021 itu tidaklah terlalu lama lagi. Para provider harus pandai menarik hati konsumen, jangan membuat konsumen diam-diam sakit hati tidak berlawan, karena tidak ada pilihan. Karena begitu ada pilihan, bisa saja konsumen balas dendam, meskipun harga yang ditawarkan itu sama, dia bisa saja tetap ke lain hati. Sebaiknya para provider di Indonesia, melakukan beberapa perbaikan ini. Kartu SIM tidak perlulah ada sistem matinya, kecuali 6 bulan tidak aktif. Kuota atau paket internet tidaklah perlu ada sistem matinya atau ada jangka waktunya, biarkanlah pelanggan yang secara bijak memakainya sampai habis sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangannya, karena tidak semua orang punya uang banyak yang selalu tersedia untuk membeli kuota atau paket internet. Selain itu juga, hal-hal seperti ini adalah pemborosan, karena tidak sesuai dengan semangat hidup bangsa kita untuk membiasakan diri menabung dan selalu berhemat dalam hidup. Sebagai konsumen, hal ini perlu saya usulkan, karena para provider itu sebenarnya mampu untuk berbuat seperti itu, hal ini dibuktikan mereka selalu mendapatkan keuntungan triliunan atau bahkan puluhan rupiah setiap tahunnya. Padahal itu sesudah dipotong dengan biaya operasional, untuk infrastruktur, dan gaji karyawan serta kewajiban lainnya. Usulan ini juga bisa diambil manfaatnya oleh provider tertentu, karena konsumen pasti akan beralih kepadanya jika hal-hal begini diterapkan di Indonesia. Atau siapa tahu juga ada seseorang atau sekelompok orang yang punya duit, lalu mendirikan usaha provider internet baru yang lebih friendly di kantong konsumen. Perusahaan perlu mendengar suara konsumen. Perlu disikapi dengan bijak, sebelum rencana Elon Musk terealisasi. Tahun 2021 itu sudah di depan mata. Belajarlah dari kebangkrutan Kodak. Bagaimana perusahaan berusia lebih serratus tahun saja bisa bangkrut, apa lagi para provider kita yang baru berumur beberapa puluh tahun. Berbaik hatilah kepada konsumen, jangan hanya berorientasi profit semata.
Bagikan artikel ini




Related Post

  • Step By Step Cara Deposit Saldo Di Indopremier / Ipotgo Untuk Trading Saham Pemula
  • Kumpulan Quotes Orang Orang Yang Sukses Menjadi Kaya, Mulai Bill Gates, Warren Buffet, Jack Ma Dan Lainnya
  • Bagus Mana Sandisk VS Vgen Micro SD Card Dan Cara Mengetahui Asli Atau Palsu
  • Cara Memperbaiki Clipper WAHL Rusak Getaran Lemah , Berisik Dan Tumpul
  • Review TP-LINK CPE220 Bahasa Indonesia, Ini Kelebihan Dan Kelemahannya
  • Review Indo Premier Sekuritas, Kelebihan Dan Kekurangannya, Apakah Terpercaya ?
  • Cara Install Ulaunch PS2 Di Memory Card , Flashdisk Dan Hardisk
  • Cara Mengembalikan Akun PUBG Yang Dibanned Dan Penyebab Akun Banned
  • Analisa Peluang Bisnis Rice Bowl (Donburi) Yang Punya Peluang Dijadikan Franchise
  • Apakah Boleh Nama Rekening Bank Berbeda Dengan Nama Verifikasi KTP Adsense



  • Comments



    Ghostwriter
    2020/06/03 21:12,

    dulu juga sempat ada wacana wifi gratis dari google, tapi jelas nanti bakalan ditentang provider internet lokal plat merah. bisa matiin pasaran



    Sponsor

    Kategori

  • Advertising (7)
  • Bitcoin (12)
  • Blog (4)
  • Dating (0)
  • Entertainment (4)
  • Finance (4)
  • Forex (7)
  • Game (7)
  • Health (3)
  • IT (17)
  • Make Money Online (22)
  • Movie (0)
  • Other (625)


  • Pengguna Online Hari Ini

    Ghostwriter, Pinterduit Official, Menuju Hidup Lebih Baik, Nafisathallah, Erian Setya,

    Pengguna Baru

    Mr. Blukutuk, Hari Santoso, Ahmad Mulyadi, Erian, psht1922, Sere, Anjaygurinjay, Erian Setya, Jamal, Muhammad Ali Hannapia, S.S, capner info, Affiliate Marketer, Azjio Tech, Kang Marwan, Muh Syarid,