Language : id
English - Bahasa Indonesia

Categories: Advertising - Bitcoin - Blog - Business - Dating - Entertainment - Finance - Food - Forex - Game - Health - IT - Make Money Online - Movie - Other -

Want To Advertise Or Make Money By Contributing On This Site ? Sign Up Right Now !





Home » Other



Obrolan Filosofis di Sebuah Taman Kota

Jskmrock - Other - 2020/06/20 22:51 / 19




Pinterduit.com - Dua hari lalu, saya bersama seorang kawan Duduk santai di sebuah taman kota. Letak posisi duduk kami sengaja di beri jarak beberapa jengkal. Karena jika terlalu dekat saya khawatir orang sekitar mengira kami gay. Kan 🐶.

Suasana taman kota saat itu ramai dengan lika-liku kehidupan. Para pedangan beberapa sibuk melayani pembeli, ada juga yang murung lantaran penjualan tak sebanyak kemarin. Beberapa remaja putri yang mungkin masih Smp terlihat berjalan kesana-kemari membeli jajanan favorit.

Beberapa pasang kekasih sedang mengadu romansa di bawah pohon yang entah saya tak tahu nama. Yang perempuan bersender di bahu pria-nya dan yang pria mengelus-elus dengkul perempuan. Kami menggerutu pelan, sialan!!!

Anak-anak kecil dengan riang dan gembira selap-selip mengendarai motor dan mobil mainan. Saya fokus menyaksikan tingkah lucu mereka. Sangat menggemaskan. Melihat anak-anak kecil itu saya jadi ingin punya anak.

Saya membayangkan bersama istri kelak. Saya dan dia menemai sang anak bermain mobil-mobilan. Istri saya merasa was-was lantaran takut sang anak tidak dapat mengendalikan mobil mainan. Sementara, saya terus putar tombol pada remote tersebut agar laju mobil mainan semakin cepat sehingga anak saya ketakutan.

Kemudian anak saya menangis mengerang-erang. Dan saya akan tertawa terbahak-bahak melihat tangis dari sang anak. Lalu istri saya akan ngemban anak dan menengankan agar tangisnya reda. Istri saya ngomel-ngomel dengan ulah saya yang bikin si buah hati menangis.

Sungguh, bayangan yang indah nian. Bayangan buyar, tatkala bamba rokok mengenai pergelangan kaki kiri. Fak lah!

Kawan saya hanya tertawa. Sejenak kemudian ia fokus lagi pada dajal net dengan sinar yang memancar di bagian layar. Sebenar-benarnya, saya mempertanyakan esensi nongkrong namun masing-masing kawan sibuk sendiri dengan ponselnya. Apalah arti perkumpulan ini, man?

Jujur, saya sendiri kadang bermain ponsel saat kumpul bersama kawan. Namun saya melakukan itu lantaran tidak tahu apa yang mesti dilakukan ketika yang lain hapean. Saya paling hanya ngelogog sembari merokok. Tak ada pilihan lain, yang lain hapean ya saya ikutan.

Saya mengakui bahwa saya orang yang addict pada ponsel android. Tapi hanya ketika sedang berada di rumah saja. Dan saat sedang di luar rumah, di tempat keramaian, saya lebih suka menatap kosong ke sekitar jika tidak ada diskusi dan obrolan.

Kembali lagi saya menonton aksi bocah-bocah kecil yang mengenderai kendaraan mainan. Sesekali saya tertawa tipis tatkala ada diantara mereka yang hampir menabrak pohon, menabrak kendaraan lain dan terjerumus di kubangan air hujan.

Melihat anak kecil itu, saya jadi membayang di masa ketika saya belum tahu bagaimana rasa sakit karena cinta yang tak terbalas sesuai harapan yang penuh bunga. Saat masih umbel dan ingus meler menuju mulut kemudian terjilat hingga menimbulkan sensasi asin di lidah.

Ya jelas, masa kecil saya tak sempat merasakan mainan macam mereka. Saya tumbuh dekat dengan sawah. Mencari belalang dan membakar sisa padi yang tak terpanen hingga menjadi brondong.

Juga tumbuh dekat dengan sungai. Mencari ikan, yuyu dan udang. Memancing di kolam milik tetangga, lalu setelah dapat ikan segera dialihkan pada selokan terdekat. Agar di kira saya dapat ikan dari selokan, bukan nyolong di tetangga punya kolam.

Ah. Saya rasa masa kecil saya lebih seru dibanding bocah sekarang. Tapi masa kecil mereka juga lebih seru dengan di tunjang koneksi serta teknologi.

Dulu, jika ingin main game maka saya dan kawan-kawan harus menyambangi rental ps. Itupun dengan cara diam-diam agar tidak kena marah ibu yang begitu penyayang.

Lah sekarang? Anak kecil bisa dengan mudah bermain game dari ponsel pintar.

Kadang saya merasa iri dengan mereka. Kadang kala saya juga merasa lebih beruntung dibanding mereka.

Sepasang kekasih yang duduk di bangku tak jauh dari saya, ceweknya berteriak dan memberanguskan imaji masa kecil saya.

"Ah. Fuck", suara si cewek.

Saya kaget. Masa iya, mereka berani ngeue di taman kota? Saya tak mau suudzon dulu. Saya tengok ke samping kanan. Oh, ternyata.

Mereka hanya sedang bermain mobile legend. Itu bisa saya ketahui dengan hape yang ia posisikan dengan miring. Dan si cewek teriak "Ah. Fuck" mungkin karena ponselnya ngelag dan keasyikan game terhambat.

Duh, sayang sekali mereka gak mesum. Kalau mereka mesum pasti menjadi bulan-bulanan. Oh, sungguh akan malu seluruh sanak family dengan kesangean remaja yang lost control di tengah keramaian

Lalu saya dan seorang kawan terlibat obrolan ringan. Obrolan mulai menjamah hal-hal yang bersifat eksplisit. Saya mencoba bertanya padanya, seandainya di cintai oleh dua wanita. Yang satu masih perawan dan yang kedua sudah janda, mau pilih yang mana?

Jawaban dari kawan saya macam motivator ngehek saja. Dia menjawab,

"ya saya pilih yang setia. Juga dewasa dan pengertian".

Saya hanya iya-iya dan menganggukan kepala. Kini giliran teman saya yang bertanya. Bukan bertanya juga sih. Lebih tepatnya dia mendeskripsikan ocehan. Dia berseloroh,

"Wanita diuji jika laki-laki tidak punya apa-apa. Dan laki-laki diuji jika wanita tidak cantik jelita".

Mungkin begitu ocehnya. Saya setengah lupa apa yang dia ucapkan. Saya belokan kata-kata yang kawan saya ucap barusan.

"Wanita diuji jika laki-laki tidak punya apa-apa. Laki-laki diuji jika wanita tidak pakai apa-apa".

Kawan saya menghempaskan nafas. Dengan faseh dia berucap, "Asyu".

Obrolan kami melebar kemana-mana. Politik, agama, budaya, fenomena dan lain sebagainya. Sebatang rokok Djaja saya sumed dan hisap dalam-dalam. Rokok yang terhimpit jari telunjuk dan jari tengah melahirkan pertanyaan yang jarang ditanyakan.

"Kenapa ukuran jari jemari berbeda ya?", tanya saya.

Kawan saya memperhatikan telapak tangan sendiri. Ia mengangguk tidak menjawab. Memang, diantara kami tidak ada yang tahu dengan pasti jawaban yang tepat dan konkret. Mata saya beralih pada jemari di kaki kanan dan kiri.

"Loh?", ucap saya sembari menunjuk kaki.

"Lihat. Kenapa jari tengah lebih tinggi dibanding jari telunjuk pada tangan, sementara itu jari tengah lebih rendah dibanding jari telunjuk pada bagian kaki?".

Muncul lagi satu pertanyaan yang kami sendiri tak mampu memberikan jawaban. Why wa kenapa?

Dari hal-hal kecil dan mungkin juga sepele yang ada pada tubuh sendiri pun tidak tahu mengapa dan kenapa-nya. Padahal setiap saat saya selalu bersama dengan tubuh saya. Tapi mengapa saya tidak mengenali tubuh sendiri. Mengenali fungsi dan itu ini. Aneh sekali.

Kawan saya berseloroh mendengar statement saya yang mengatakan bahwa selama ini kita tidak sebenar-benarnya mengenal diri sendiri. Dia berkata,

"Diri sendiri saja tidak kenal, tapi minta di kenal sama orang lain".

"Tubuh sendiri saja tidak di perhatikan, tapi minta di perhatiin orang lain".

Saya menganggukan kepala. Membenarkan apa ucapan kawan saya. Saya keluarkan statement terakhir untuk menutup obrolan di taman kota sebelum pulang.

"Bagaimana mungkin, dapat mengenal tuhan. Wong, mengenal diri sendiri saja tidak bisa!".


Www.vsdiksi.com

artikel ini telah terbit di pinterduit.com dengan judul Obrolan Filosofis di Sebuah Taman Kota

Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







Sponsor



Popular Post

  • Cara Deposit RDN IPOTGO
  • Sandisk vs Vgen Micro SD
  • Review Jangkauan TP-LINK CPE220
  • Review Indopremier Sekuritas
  • Benerin Clipper Wahl Berisik
  • Cara Install Ulaunch Ps2
  • Akun PUBG Banned Kembali Lagi
  • My Sister Can't Be Caliphate - Ore no imoto ga kar
  • 10 Kata Kasar Dan Umpatan Dalam Bahasa Korea
  • Analisa Bisnis Franchise Rice Bowl
  • Kisah Sukses Pemilik CLEO Air Mineral
  • Review Broker Forex FBS
  • Kode Broker Anggota BEI Lengkap
  • Adsense Beda Nama Rekening Bank
  • Tombol Stick Ps2 Tidak Responsif
  • Review Film Murder Manual (2020)
  • 1 Koin Shopee Berapa Rupiah
  • Trading Binomo Menguntungkan?
  • Lirik Lagu Nandemonaiya - Radwimps
  • Auto Kaya Saat Tua
  • Mengatasi Tidak Bisa Buat Domain Freenom
  • Pengertian Saham Blue Chips
  • Gaya Hidup Hemat Orang Jepang
  • Cara Membuat Blog
  • Cepat Menghasilkan Uang
  • Penyebab Utama Pengusaha Pemula Gagal
  • Cara Membuat Akun Webmoney
  • Melacak Pencuri Saldo Bug Gopay
  • POC Hack Videotron Jakarta
  • Pengertian IPO Saham
  • About Us
  • Anti Click Fraud
  • Withdraw NDB Forex
  • Sukses Nabung Walau Gaji Kecil
  • Fee Dan Minimal Withdraw Indodax
  • Resep Coca Cola Dr. Stone
  • Affiliasi Pinterduit
  • Meta Robots Html Untuk SEO
  • Review Adsterra Apakah Worth ?
  • Hapus AMP Dari Google Index
  • Meteran PLN Rusak "Periksa"
  • Strategi Trading Forex Lengkap
  • Minimal Deposit IPOT
  • Cara Googlebot Menangani Link Sponsor
  • Modal Trading For Living Forex
  • Penyebab Meteran PLN Rusak "Periksa"
  • Leverage Trading Forex Bagus Ideal
  • Kode Plat Kendaraan / Nomor Polisi Seluruh Indones
  • Peluang Usaha Selama Covid-19
  • Daftar Blog Terbaik Indonesia

  • Recent Post

  • Php Format Lastmod Sitemap XML
  • Saat Hukum tidak Berjalan dengan Semestinya
  • Pilihan Ganti Bahasa
  • Fitur Follow Dihapus
  • Wow, Ridwan Kamil Jadi Relawan Uji Coba Vaksin
  • 12 Tips Keuangan Saat Pandemi Covid 19 Lengkap
  • Error /*!40101 SET NAMES utf8mb4 */ Import Mysql
  • Lama Pengiriman Dogecoin
  • Cara Memasang Cloudflare
  • Kembali Ke Hitungan CPM

  • Featured Post

  • Php Format Lastmod Sitemap XML
  • New Normal di Korea Selatan Gagal, Bagaimana Denga
  • Internet murah Elon Musk
  • 12 Makanan ini punya reputasi buruk, padahal rasan
  • Bahaya Eksternal Dari Pandemi Covid-19 Yang Juga P
  • Cara Install OS Windows
  • 12 Tips Keuangan Saat Pandemi Covid 19 Lengkap
  • Fitur Follow Dihapus
  • Bisnis Rumahan Menguntungkan Buat Ibu RT Modal 2 J
  • Jangan Diremehkan, Ini 13 Manfaat Sehat Makan Buah
  • Isi Pancasila, Lambang Dan Makna , Dan Juga Sejara
  • Opening Dr. Stone "Sangenshoku" - Pelica
  • Lirik Lagu "We Will Go" - Yui [romaji +
  • Kumpulan Arti Lirik Lagu Soundtrack One Piece | T
  • Arti Lirik Lagu YUI - Hello | Terjemahan Arti Lag
  • Kronologi Video Viral Pria Bermain Ular Kobra Dipa
  • Laporan Terbaru Wabah Virus Corona 132 Meninggal 6
  • Kutil 20 Titik Lebih Sembuh Dengan Obat Alami Bua
  • Depresi, Anxiety Disorder , Gerd
  • Steam Ngebug, Harga Game Assasin Creed 28 USD Cuma
  • Pinterduit Tidak Dirancang Mengalahkan Facebook Da
  • Mengatasi HP Susah Dicas
  • Klik Iklan Sendiri Di Pinterduit Tidak Akan Menamb
  • Cara Mengganti Foto Profil Akun Pinterduit
  • Apa Itu Anxiety Disorder Dan Apa Saja Jenisnya
  • Cara Mengalahkan Bos Terakhir (Final Chapter) Game
  • Ashraf Sinclair Dikenal Sebagai Orang Sehat Dan Be
  • Timbangan Beras Kurang, Teliti Sebelum Membeli.
  • 3 Website Wajib Untuk Belajar Ngoding Dan Ngumpul
  • Pembaruan Perhitungan Penghasilan Pinterduit.com (
  • Mungkinkah Pasien Covid 19 Di Indonesia Meledak di
  • Para Kepala Kampung | Cerita Rakyat Mistis Suku Da
  • Siluman Musang | Cerita Rakyat Mistis Suku Dayak K
  • Analogi Penunggang Keledai dan Kebijakan Presiden
  • makanan khas daerah yang tidak si rekomendasikan k
  • Kujang, Roh Pakis Sarang Burung Kadaka
  • Kapasitas Otak Manusia Dalam Bekerja
  • Kisah Lucu | Saya Ini Legislatif, Bukan Eksekutif
  • Kisah Nyata | Menangkap Ikan Dengan Kelambu
  • Kisah Nyata | Penjual Cabai Rawit Beli Motor Baru
  • Apakah Konten Wikipedia Boleh Dicopas
  • Makanan terenak di dunia, nomor 1 dan 2 asli Indon
  • Menyembuhkan Koreng Dengan Makan Cicak
  • Alasan Penting Kenapa Nasi di Rice Cooker Harus Di
  • Menjaga Kesenian Yogyakarta di Era Modern
  • Manfaat Jeruk nipis bagi wajah
  • Jangan Menyalahkan Tuhan Jika Dilahirkan Jelek, Ta
  • yang perlu diperhatikan sebelum membuat usaha wara
  • Energi Alternatif Untuk PLN
  • Apakah Kamu Menarik Dimata Wanita?


  • Sponsored