Please wait...

Mau pasang iklan atau hasilkan uang dengan berkontribusi menulis konten di situs ini ? Buat akun sekarang





Home » Other » Urgen | Nilai Bahasa Indonesia Tidak Boleh Merah



Urgen | Nilai Bahasa Indonesia Tidak Boleh Merah

Menuju Hidup Lebih Baik / Other/ 2020/06/12 09:46 / 14 Views / 1 Like / 0 Dislike




Pinterduit.com - Setiap warga negara Indonesia yang pernah bersekolah, pasti bisa berbahasa Indonesia, meskipun tidaklah semuanya mahir. Karena Bahasa pengantar resmi di dunia Pendidikan di Indobnesia adalah Bahasa Indonesia. Namun sejauh ini, banyak juga orang yang masih menyepelekan Bahasa Indonesia ini (baca: Pelajaran Bahasa Indonesia). Penulis saja yang sudah mempelajari dan menggunakan Bahasa Indonesia sudah lebih dari setengah abad, masih juga berlepotan dalam menggunakan Bahasa Indonesianya. Dari empat kemampuan berbahasa yaitu membaca, menyimak, menulis, dan berbicara, maka penulis masih lemah dalam hal kemampuan berbicara dan menulis. Kelemahan ini baru ketahuan kalau tulisan itu direview kembali, ternyata masih banyak kesalahan, terutama tata tulis yang masih tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Demikian juga dalam hal kemampuan berbicara, jika di rekam dan didengarkan kembali, masih banyak saja kesalahan. Sehingga memang lifelong education khusus untuk Bahasa Indonesia itu mutlak dilakukan. Mencermati hal-hal yang dipaparkan diatas, maka pelajaran khusus Bahasa Indonesia itu sangatlah urgen untuk lebih digalakan kembali sejak dini secara tegas. Karena menurut hemat penulis, seharusnya nilai Bahasa Indonesia itu diperlakukan sama dengan pelajaran agama, tidak boleh ada nilai merahnya. Kedua mata pelajaran ini memang saling membutuhkan, karena kemampuan memahami dan menggunakan Bahasa Indonesia, akan sangat mempengaruhi kemampuan mempelajari agama. Karena agama itu diajarkan salah satunya melalui komunikasi verbal yang menggunakan Bahasa Indonesia. Hal ini penulis simpulkan, karena melihat banyaknya kenyataan hidup di Indonesia dewasa ini yang menunjukan akan kelemahan kemampuan Bahasa Indonesia. Begitu banyaknya orang yang tidak memahami Bahasa Indonesia, baik diksinya, makna katanya, dan juga gaya Bahasanya. Seperti banyak orang yang tidak paham perbedaan antara menghormati dan menyembah, antar mengkritik dan menghina, antara fakta dan hoaks, antara sanksi hukuman dan dizolimi, antara guru benaran yang well educative dan guru karbitan, antara toleransi dan egosentris. Pemerintah perlu membuat sebuah regulasi, jika seorang anak nilai Bahasa Indonesianya 5 (lima) ke bawah, maka tidak boleh dinaikan ke kelas berikutnya atau tidak boleh dinyatakan lulus ujian. Karena dikhawatirkan jika yang bersangkutan terjun ke masyarakat, akan membuat gaduh akibat sering salah memaknai kata, misalnya dia menghina tetapi katanya mengkritik sehingga saat ditangkap oleh aparat keamanan maka katanya dia dizolimi dan yang paling celakanya kalau dia punya pengikut yang pasti membelanya mati-matian tanpa mau tahu kebenaran yang universal. Hal ini bisa memberikan efek buruk kepada anggota masyarakat lainnya. Karena kalaulah dimasyarakat terjadi kegaduhan, maka bisa terjadi friksi yang lebih keras di dalam masyarakat sehingga keadaan tidak tenang dan pemerintah tidak bisa membangun serta masyarakat juga tidak bisa mencari rejeki secara aman dan bebas. Hal ini diperburuk lagi jika Pemerintah tidak berani mengambil tindakan tegas. Jadi Pemerintah lebih baik mengambil tindakan preventif daripada kuratif, salah satunya melalui kewajiban nilai Bahasa Indonesia yang tidak boleh merah. Banyak juga kita menemukan fakta dewasa ini, bahwa ada orang-orang yang sanggup membolak-balikan fakta, banyak yang melakukan playing victim dan membuat narasi-narasi serta framing-framing untuk kepentingan dirinya sendiri ataupun kelompoknya, padahal faktanya tidaklah demikian. Sehingga masyarakat yang berwawasan kurang, mudah tergiring oleh opini itu baik melalui media masa maupun melalui pertemuan-pertemuan langsung. Bahkan dia tidak segan-segan mendasarkannya kepada agama yang dianutnya, sehingga menjadikan agama yang sebenarnya adalah untuk kebaikan dan kedamaian umat manusia, menjadi sesuatu yang sangat mengerikan. Tetapi dia sama sekali tidak takut akan hukuman Tuhan, yang pasti akan mengukum orang yang salah dan mengganjar orang yang baik dn benar dalam tindakannya, siapa pun dia dan asal-usulnya. Dalam hal ini pemerintah harus membuat regulasi yang tegas, mengambil tindakan tegas, misalnya jika nilai raport atau ijazah Bahasa Indonesia itu merah, maka tidak naik kelas atau tidak lulus. Regulasi ini harus berlaku disetiap sekolah, baik negeri, swasta maupun sekolah-sekolah khusus. Itu sebagai salah satu bukti akan kehadiran negara dengan regulasi dan penindakan yang tegas dan sama untuk semua warga negara. Tanpa terkecuali.
Bagikan artikel ini




Related Post

  • Step By Step Cara Deposit Saldo Di Indopremier / Ipotgo Untuk Trading Saham Pemula
  • Kumpulan Quotes Orang Orang Yang Sukses Menjadi Kaya, Mulai Bill Gates, Warren Buffet, Jack Ma Dan Lainnya
  • Bagus Mana Sandisk VS Vgen Micro SD Card Dan Cara Mengetahui Asli Atau Palsu
  • Cara Memperbaiki Clipper WAHL Rusak Getaran Lemah , Berisik Dan Tumpul
  • Review TP-LINK CPE220 Bahasa Indonesia, Ini Kelebihan Dan Kelemahannya
  • Review Indo Premier Sekuritas, Kelebihan Dan Kekurangannya, Apakah Terpercaya ?
  • Cara Install Ulaunch PS2 Di Memory Card , Flashdisk Dan Hardisk
  • Cara Mengembalikan Akun PUBG Yang Dibanned Dan Penyebab Akun Banned
  • Analisa Peluang Bisnis Rice Bowl (Donburi) Yang Punya Peluang Dijadikan Franchise
  • Apakah Boleh Nama Rekening Bank Berbeda Dengan Nama Verifikasi KTP Adsense



  • Comments



    No Comment Yet
    Sponsor

    Kategori

  • Advertising (7)
  • Bitcoin (12)
  • Blog (6)
  • Dating (0)
  • Entertainment (4)
  • Finance (4)
  • Forex (7)
  • Game (7)
  • Health (3)
  • IT (18)
  • Make Money Online (22)
  • Movie (0)
  • Other (624)


  • Pengguna Online Hari Ini

    Eri Nurdiyanto, erwinsyah, laza99,

    Pengguna Baru

    laza99, Mr. Blukutuk, Hari Santoso, Ahmad Mulyadi, Erian, psht1922, Sere, Anjaygurinjay, Erian Setya, Jamal, Muhammad Ali Hannapia, S.S, capner info, Affiliate Marketer, Azjio Tech, Kang Marwan,