Mau pasang iklan atau hasilkan uang dengan berkontribusi menulis konten di situs ini ? Buat akun sekarang





Home » Other » VIRUS CORONA BERASAL DARI KELELAWAR? APA BENAR?. SIMAK BERIKUT.



VIRUS CORONA BERASAL DARI KELELAWAR? APA BENAR?. SIMAK BERIKUT.

Rafi Al Ghifari / Other/ 2020/03/20 00:15 / 31 Views / 4 Like / 0 Dislike




Pinterduit.com - Perlu kita ketahui dulu bahwa informasi tentang COVID 19 ini akan terus berkembang sesuai dengan riset. Sejauh ini, WHO menyatakan tidak ada bukti bahwa COVID 19 bersifat zoonosis. Berbeda dengan CDC, mereka justru menyebutkan bahwa wabah COVID 19 berasal dari kelelawar. Wajar jika saat ini banyak silang pendapat, riset terus berkembang untuk mencari asal usul penyakit ini. Tidak perlu bingung. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyimpulkan hasil - hasil riset yang terkumpul. Satwa liar sebagai suspect asal usul SARS-COV2 Dua kandidat kuat yang saat ini diteliti adalah trenggiling Jawa (Manis javanica) dan kelelawar (Rhinolophus affinis). Kedua spesies ini kerap dikonsumsi masyarakat China dan miliki riwayat infeksi coronavirus. Suatu penelitian spike coronavirus, protein yang berfungsi mengenal sel target dan memulai infeksi, dilakukan untuk mengetahui kemungkinan infeksi lintas spesies. Peneliti menemukan bahwa struktur biokimia spike SARS-CoV2 identik dengan spike coronavirus pada trenggiling. Dengan demikian infeksi SARS-CoV2 mungkin terjadi pada trenggiling dan manusia. Penemuan ini juga memberi bukti bahwa SARS-COV2 bukan virus buatan yang lepas dari lab. Kelelawar telah menjadi resevoir dan asal usul dari epidemi coronavirus manusia sebelumnya, SARS dan MERS. Genome RaTG13, coronavirus pada kelelawar, 96% identik dengan SARS-COV2. Suatu studi serologis menunjukan adanya paparan rendah SARS pada masyarakat China sebelum wabah COVID 19. Ini mengindikasikan bahwa COVID 19 mungkin berkembang dari SARS yang sebelumnya pernah mewabah. Pandemi ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi kita. Tuhan sebenarnya sedang berpesan kepada manusia bahwa tidak semua hewan bisa kita konsumsi. Pesan itu dikirimNya secara halus melalui materi genetik virus dan hewan, terkhusus hewan liar. Kini, banyak manusia yang dengan sangat teliti membaca pesan itu. Pandemi COVID 19 sangat berkaitan dengan coronavirus zoonotik. Kelak bukti itu akan semakin jelas di masa depan. Memperbaiki interaksi kita dengan alam adalah kunci untuk menghindari wabah besar selanjutnya. Terimakasih dan selamat membaca. Sumber artikel: https://id.quora.com/q/biomedis/Apa-bukti-ilmiah-yang-bisa-membuktikan-bahwa-virus-corona-disebabkan-oleh-kelelawar?ch=10&share=8ed8353e&srid=uie1kP Bahan bacaan : https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/cases-updates/summary.html https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29500691/
Bagikan artikel ini




Related Post

  • Step By Step Cara Deposit Saldo Di Indopremier / Ipotgo Untuk Trading Saham Pemula
  • Bagus Mana Sandisk VS Vgen Micro SD Card Dan Cara Mengetahui Asli Atau Palsu
  • Lirik Lagu Nandemonaiya - Radwimps [romanji + terjemah bahasa Indonesia ]
  • Review TP-LINK CPE220 Bahasa Indonesia, Ini Kelebihan Dan Kelemahannya
  • Review Indo Premier Sekuritas, Kelebihan Dan Kekurangannya, Apakah Terpercaya ?
  • Cara Memperbaiki Clipper WAHL Rusak Getaran Lemah , Berisik Dan Tumpul
  • Cara Install Ulaunch PS2 Di Memory Card , Flashdisk Dan Hardisk
  • Cara Mengembalikan Akun PUBG Yang Dibanned Dan Penyebab Akun Banned
  • Apa Sih Koin Shopee ? 1 Koin Shopee Berapa Rupiah Dan Cara Mendapatkannya
  • Kode Broker Anggota Bursa Efek Indonesia Lengkap Dari A-Z



  • Comments



    No Comment Yet
    Sponsor

    Kategori

  • Advertising (8)
  • Bitcoin (12)
  • Blog (6)
  • Dating (0)
  • Entertainment (4)
  • Finance (3)
  • Forex (2)
  • Game (8)
  • Health (3)
  • IT (9)
  • Make Money Online (20)
  • Movie (0)
  • Other (625)


  • Pengguna Online Hari Ini



    Pengguna Baru

    Ahmad Mulyadi, Erian, psht1922, Sere, Anjaygurinjay, Erian Setya, Jamal, Muhammad Ali Hannapia, S.S, capner info, Affiliate Marketer, Azjio Tech, Kang Marwan, Muh Syarid, Zuhri Fahruddin, kukuh,