pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini







Home » Umum



Indonesia Bangkit 2023

Umum • 15 May 2020 • 36 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Virus Corona yang merupakan pandemic global di tahun 2020 ini, membuat ekonomi dunia lumpuh, demikian juga di negeri kita tercinta Indonesia. Karena hampir semua sektor usaha terkena imbasnya. Banyak usaha yang bangkrut, banyak orang yang kehilangan mata pencahariannya. Bahkan yang berpenghasilan puluhan juta rupiah sebulan pun banyak yang jadi gembel. Orang-orang yang tidak mampu membayar rumah kost, akhirnya tidur di tepi jalanan atau di emperan toko. Kredit macet di sana sini, harga kendaraan second hand terjun bebas. Banyak masyarakat yang menjual assetnya seperti rumah, hotel, café, mobil, dan lainnya karena butuh duit. Bahkan ada yang untuk makan saja kepayahan, karena sama sekali memang tidak ada pemasukan. Sehingga bukan berita aneh bin lucu kalau ada yang biasanya punya penghasilan miliaran rupiah kok tiba-tiba berjualan kue untuk bertahan hidup. Di mana mana orang-orang berharap mendapatkan bantuan tunai ataupun sembako yang penting bisa makan. Meskipun terkadang data yang mendapatkan bantuan itu masih meragukan, karena masih ada complain di sana sini yang mengatakan bahwa yang mendapatkan bantuan itu hanyalah keluarga dekat dan kenalan saja, karena ada yang ternyata punya mobil dan rumah mewah justru mendapatkan bantuan, sementara konon katanya ada yang yang betul-betul punya pekerjaan dan makan pun kadang dua hari sekali tetapi justru tidak mendapatkan bantuan.
Di saat seperti ini, maka semua pihak yang punya kemampuan dan sedikit ada kelebihan harus membantu sesamanya. Karena harta benda dan rejeki itu adalah titipan Tuhan kepada kita. Sehingga kita harus bijak mengelolanya dan jangan menganggap itu 100% milik kita, tapi sadarilah bahwa di sana ada jatah untuk sesama kita yang membutuhkannya. Bagi pemilik rumah kost, gratiskanlah untuk sementara bagi mereka yang sudah terlanjur menyewa di situ sampai pandemic corona berakhir, karena orang yang kost itu tidak akan menyewa kalau mereka mampu membeli rumah sendiri. BUMN maupun BUMD seperti Pertamnina, PLN, Telkom, PDAM, dan lainnya alangkah mulianya jika berbaik hati menurunkan tarif atau bahkan pelayanan dan jasanya digratiskan selama pandemic Corona, toh selama ini mereka sudah mengeruk keuntungan triliunan rupiah dan para karyawannya juga sudah menikmati hidup berkecukupan diatas rata-rata kehidupan WNI yang lainnya. Para anggota Dewan sudah saatnya mengiklaskan sebagian dari gaji ataupun penghasilan ataupun tabungan mereka untuk membantu rakyat, jangan hanya pandai menyalahkan pemerintah saja tetapi dia sendiri tidak ada tindakan nyata. Para artis yang biasanya petantang-petenteng dengan tas berharga miliaran rupiah dan pamer naik pesawat jet pribadi, sekaranglah waktunya membuktikan kebaikan hati mereka berbagi dengan sesama. Memang selama ini sudah banyak pihak yang cukup aktif dalam meringankan penderitaan sesamanya manusia, baik dengan memberikan nasi bungkus, memberikan sembako, maupun memberikan uang tunai. Baik hal itu dilakukan secara diam-diam maupun yang sengaja dipublikasikan oleh media massa untuk tujuan tertentu. Tapi yang membantu itu barulah segelintir orang atau pihak saja. Oleh sebab itu, marilah sejak detik ini kita membantu sesama dan berbagi di masa sulit ini kita jadikan gerakan massal di Indonesia.
Di sisi pemerintah, hal ini harus menjadi catatan penting untuk langkah selanjutnya ke depannya. Selain upaya-upaya baik yang telah dijalankan selama ini seperti kartu prakerja, BLT, bantuan sembako, atau apapun itu, baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sampai ke tingkat desa, meskipun di sana-sini masih banyak keluhan masyarakat karena konon katanya banyak orang yang sebenarnya mampu tetapi ironisnya ikut menerima bantuan, sementara yang sebenarnya betul-betul butuh malah tidak mendapatkan bantuan. Maka menurut hemat saya, ke depannya dalam masa 3 tahun tidak usah ada proyek baru ataupun pengadaan barang yang dianggarkan di APBN. Sebaiknya selama tiga tahun ke depan berturut-turut Pemerintah hnya focus dalam upayanya mengembalikan bahkan meningkatkan kemapanan ekonomi rakyat Indonesia. Sebaiknya di APBN itu hanya untuk gaji dan biaya operasional saja, sedangkan komponen untuk proyek diganti dengan alokasi kredit tanpa bunga bagi masyarakat Indonesia. Berilah kredit kepada masyarakat untuk meningkatkan kehidupan dan ekonominya dengan nominal antara 5 juta sampai dengan 25 juta. Untuk nilai 5 juta, harus tanpa agunan. Sementara diatas itu sampai 25 juta bolehlah memakai agunan, tetapi semuanya harus tanpa bunga. Lalu tahap berikutnya siapapun yang sudah mendapatkannya, tidak boleh lagi mengambil kredit itu, tetapi berilah kesempatan itu kepada yang lainya yang belum mendapatkan. Dari pihak pemerintah juga, dirikanlah sebuah lembaga pendamping dan pelatihan bagi siapapun yang mendapatkan kredit ini, sesuai dengan peruntukan kreditnya. Katakanlah misalnya, jika dia mengambil kredit untuk usaha pembesaran ikan, maka haruslah lembaga pendamping dan pemberi pelatihan itu adalah lembaga yang mengerti masalah pembesaran ikan dan semua hal yang berkaitan dengan usaha itu. Demikian juga halnya dengan bidang-bidang yang lainnya. Maka yakinlah, dengan pola seperti ini, maka ekonomi Indonesia akan pulih, yang ke depannya Indonesia akan menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia dan bisa menjadi salah satu negara super power di dunia. Kita tidak lagi selalu bergantung kepada bangsa lain dan di pandang rendah dan di injak-injak secara ekonomi oleh bangsa lain.
Kenapa hal ini saya sampaikan, maka dasar pemikirannya adalah sebagai berikut: Satu, meskipun KUR itu oleh pemerintah pusat tanpa harus menggunakan agunan, tetapi di daerah oleh bank-bank penyalur, tetap menggunakan jaminan. Dua, dalam mengerjakan proyek banyak kontraktor yang sepertinya mengambil untung banyak. Contohnya saja, hanya mengerjakan sebuah rabat beton saja seorang kontraktor mampu membeli mobil setelah menyelesaikan proyeknya, sementara rabat betonnya seminggu kemudian sudah hancur seperti bekas perang dunia kedua. Ada juga proyek pasar dengan budget puluhan miliar, tetapi hanya beberapa bulan setelah pengerjaannya, bangunan pasarnya anjlok. Sehingga menurut hemat saya, daripada uang untuk bangunan fisik yang nominalnya mencapai ribuan triliunan pertahun itu hanya menguntungkan seseorang atau sekelompok orang saja, lebih baik duit itu untuk membantu seluruh rakyat Indonesia bangkit secara ekonomi pasca pandemic Corona Virus ini. Karena kalau masyarakat makmur, negara maju, masyarakat aman dan kehidupan stabil karena semua orang dapat hidup tenang karena semua kebutuhan hidupnya baik jasmani maupun rohani itu terpenuhi. Percayalah, di tahun 2023 Indonesia akan menjadi Atang Kahkam (Garuda) ekonomi dunia. Hanya rakyat yang otaknya konslet dan tak ahu dirilah yang akan tetap membuat rusuh jika perutnya kenyang, harta bendanya banyak dan hidupnya serba berkecukupan.

Catatan:
Atang Kahkam: adalah legenda dalam suku Dayak Dohoi Uut Danum, di mana saat dia terbang maka tanah di tepian salah satu sungai besar akan menjadi gelap gulita karena sinar matahari terlindung oleh tubuh raksasanya. Atang Kahkam inilah yang menyambar Bukit Raya sehingga patah menjadi tujuh bagian, untuk memutus jalan mahluk jahat pemakan manusia yang turun dari langit melalu Bukit Raya itu. Konon ceritanya, sebelum di sambar oleh Atang Kahkam Bukit Raya itu sangat tinggi hingga mencapai langit dan yang sekarang itu hanya merupakan tunggul dari Bukit Raya yang utuh dulunya.


Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Indonesia Bangkit 2023





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code