PinterDuit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Bisnis



Indonesia Miskin Karena Asing






Pinterduit.com - Selama ini kita sering mendengar pernyataan " Indonesia negara yang kaya akan sumber daya alam, namun rakyatnya melarat. " lalu setelah itu pasti kemiskinan yang ada di Indonesia selalu dihubung-hubungkan dengan pihak asing yang menguasai kekayaan alam di Indonesia sehingga kita sebagai rakyatnya hidup susah karena tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam di negara kita sendiri.

Jika kalian masih punya pendirian dan pemahaman seperti itu, maka saya punya pemikiran lain yang mungkin bisa kita saling diskusikan dan saling bertukar pendapat.

Mari kita melihat ke belakang, umat manusia telah tersebar di hampir seluruh penjuru dunia, terkecuali di Antartika. Bisa dikatakan bahwa setiap peradaban manusia di setiap wilayah berbeda-beda tingkat kemajuannya. Ada yang semenjak 2000 tahun SM sudah menemukan aksara dan tulis menulis, namun ada juga yang baru abad ke 4 Masehi baru bisa beraksara. Hal ini adalah hal yang wajar, mengingat sejak awal alam semesta ini saja sudah tidaklah adil, namun keadilan apa yang dimaksud disini? tentunya Ketidakadilan yang dipandang manusia, lain halnya kalau tuhan yang menilainya. Mungkin bagi tuhan alam semesta itu sudah adil seadilnya, namun bagi kita itu tidak adil, ya karena memang pencipta berbeda dengan makhluk ciptaannya.

Kembali ke topik! Kita ambil contoh dari peradaban umat manusia yang hidup di belahan bumi bagian utara (wilayah yang dingin, punya 4 musim, dan ekstrim seperti Eropa dan Jepang) lalu kita bandingkan dengan peradaban manusia yang tinggal di wilayah tropis dan tanah yang subur seperti kebanyakan di garis khatulistiwa (Amerika selatan, Afrika tengah, dan Nusantara).

Orang-orang yang tinggal di belahan bumi utara cenderung memiliki pola pikir yang jauh lebih kedepan, panjang, terencana dan matang. Karena sejak lahirnya mereka harus hidup di tanah dan wilayah yang mengharuskan mereka untuk berusaha lebih keras dan lebih giat agar bisa terus bertahan hidup. Karena jika musim dingin tiba, mau nyari makan dimana? Sungai dan danau membeku sehingga tidak bisa memancing, tanah membeku dan tidak bisa bercocok tanam, lalu tanaman pada mati karena tidak ada sinar matahari, sehingga mereka dipaksa untuk berpikir dan berjuang lebih keras, mau tidak mau mereka harus memiliki cadangan makanan agar bisa melewati musim dingin, sehingga pola berpikir mereka sudah jangka panjang memikirkan kedepannya, karena jika tidak mereka akan tersiksa dan kelaparan.

Jauh berbeda dengan manusia yang ada dan hidup di daerah tropis yang subur, khatulistiwa yang selalu mendapatkan sinar matahari sepanjang tahunnya.
Karena sumber daya alam dan ketersediaan pangan yang mencukupi tanpa harus berusaha keras demi mencukupi kebutuhannya, manusia yang hidup di wilayah subur terkesan cen7derung lebih lambat dalam berinovasi dan memajukan peradabannya, kesannya jadi pasif dibandingkan manusia yang tinggal di tempat tempat ekstrim yang terus memutar otaknya agar dapat terus bertahan hidup.

Bagaimana tidak? Di wilayah tropis anda tidak perlu ambil pusing memikirkan musim dingin akan datang, anda tidak perlu capek capek membuat pupuk untuk diberikan kepada tanaman anda supaya tumbuh subur, anda makan buah jeruk, anda lepeh bijiknya ke tanah, tumbuh dah tuh pohonnya, padahal ngak ada niat mau nanam nanti tumbuh sendiri 😂 makan ubi singkong, batangnya ditancap ke tanah, langsung tumbuh.

Sebab itulah kemampuan berpikirnya tidak terlatih karena tidak ada rangsangan dari alam yang membuat mereka berkembang.
Dalam hal ini, semakin keras tekanan terhadap umat manusia, bukannya mereka makin melemah namun makin kuat.

Malahan karena terlalu dimanjakan oleh alam, Alih alih berinovasi, mereka malah lebih banyak terpengaruh dan mendapat teknologi dari bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Seperti ilmu menambang biji besi dan melebur besi didapatkan dari kebudayaan dongson dari vietnam yang menyebar ke nusantara.

Jadi pada dasarnya alam secara tidak lamgsung telah membuat dan memanipulasi bagaimana manusia berpikir, lalu membuatnya tidak merata. Alam itu sendirilah yang bertanggung jawab dalam kesenjangan sosial pada umat manusia yang ada pada masa lalu hingga saat ini.
Jika di masa modern ini bisa kita lihat sendiri contohnya, mengapa negara di belahan bumi utara seperti Amerika, Jepang dan Eropa lebih maju.

Dan bukan bermaksud menstereotipe kan negara yang subur sebagai negara tertinggal, kita ambil contohnya seperti di Afrika tengah, anda bisa lihat sendiri bukan? Hutan memenuhi penjuru wilayah negeri itu, namun mereka terlambat dalam pengembangan ekonomi, yang saya maksud mereka disini bukanlah saat masa modern ini, masa-masa millenium kedua ini, bukan!
Melainkan abad pertengahan, dan zaman batu-besi, mengapa mereka bisa kalah dengan bangsa yang tinggal di tempat ekstrim di utara afrika yang notabene hamparan gurun dan tempat suburnya hanya satu dua, seperti sungai nil dan eufrat-tigris seperti peradaban Sumeria dan Mesir, atau bangsa yang tinggal lebih utara yakni Bangsa Norse dengan julukannya Viking, yang mana tanahnya tandus benar benar dingin.

Ini semua karena manusia memiliki akal pikiran, hal tersebut merupakan pemberian terbesar, dan tersegala-galanya dari tuhan yang maha kuasa kepada makhluk bernama manusia.
Tidak peduli sekaya apapun sumber daya alam kita, sesubur apapun tanah kita, jika kita tidak dapat mengembangkan akal pikiran kita dan menciptakan teknologi serta memajukan peradaban maka sama saja.

Di zaman yang modern ini, bukanlah sumber daya alam lagi yang menentukan suatu bangsa itu maju atau tertinggal, melainkan sumber daya manusianyalah yang menyumbang porsi lebih besar dalam kemajuan.

Kita bisa melihat contoh nyatanya seperti Singapura dan Swiss, negara kecil dan miskin SDA, namun pendidikannya luar biasa, dan jangan ragukan lagi soal SDM-nya.
Kesimpulan

Saya letih mendengar ocehan dan bualan semacam ‘ Indonesia ini negara yang subur dan kaya, namun kenapa rakyatnya melarat dalam kemiskinan’ itu semua adalah kata-kata yang keluar dari mulut orang-orang yang tidak memahami betapa pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang mana akan meningkat kualitas sumber daya manusia.

Saya tidak mengatakan jika SDA itu tidak penting, namun kita harus memahami fakta bahwa SDA berlimpah bukanlah satu-satunya syarat dan alasan suatu negara bisa makmur, ada faktor lain yang lebih mendukung yakni sumber daya manusianya!

Itulah mengapa mindset Indonesia melarat karena SDA nya dikuasai asing harus diubah, diganti menjadi Rakyat Indonesia melarat karena sebab kebodohan.

Jika di zaman sekarang ini, kita semua setara, kita masih bisa mengejar ketertinggalan dengan ilmu pengetahuan makanya itu zaman modern ini semua negara bisa menjadi maju dan makmur jika mereka punya keinginan untuk berubah.

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Indonesia Miskin Karena Asing



Apakah artikel ini melanggar peraturan (hoax,pornografi,ujaran kebencian dsb) ? Laporkan Admin atau Anda ingin menghubungi penulisnya? Kirim Pesan Ke Penulis


Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







Saran Artikel



Contoh Proposal Bisnis Warnet

Pada artikel kali ini saya akan memberikan contoh proposal bisnis usaha warnet yang semoga dapat memberikan gambaran, jika usaha yang anda buat bukanlah warnet, kerangka proposal bisnis ini juga anda

Cara Jadi Kaya

Kali ini kita akan membahas Cara Menjadi Kaya Menjadi kaya adalah impian setiap orang, walaupun kita tidak ingin menjadi kaya, namun kita tetap membutuhkan yang namanya uang dan akan lebih bagus lagi

5 Cara Menjadi orang Sukses

Siapa si yang gak mau menjadi orang sukses? Pasti dong kalian pengen menjadi orang sukses. Nah disini kalian akan belajar gimana caranya menjadi orang sukses diantaranya yaitu 1.Selalu mencari informa

Nasihat Bisnis Terbaik Arli Kurnia

Sempat di beranda facebook saya tiba tiba nongol status dari Bapak Arli Kurnia yang sangat masuk akal bagi saya dan dapat diterima logika saya. Sebelumnya siapa sih Arli Kurnia ? Beliau ini seorang sp

Aplikasi penghasil dolar

Pada jaman yang sudah berkembang ini, Hp bukan hanya untuk alat komunikasi saja, namun di era yang serba canggih ini, hp sekarang bisa mendatangkan pundi pundi rupiah. Banyak sekali cara untuk mendata


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum



Hubungi Admin !