pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Umum



Ini Tentang Konspirasi Covid-19






Pinterduit.com - Saya, orang yang percaya bahwa corona virus adalah konspirasi elit global. Tapi, bukan berarti jika saya percaya konspirasi, maka saya harus anti masker, anti jaga jarak atau anti-anti anjuran WHO yang lain. Nggak begitu juga, sat!

Saya tetap menerapkan protokol yang telah diatur oleh negara. Kemana-mana saya pakai masker (takut di tilang). Setiap bersentuhan dengan orang, sengaja atau tidak, saya pasti cuci tangan.

Menyentuh uang kertas, juga cuci tangan. Bahkan menyentuh hati mu sekalipun, saya menjamin diri ini akan cuci tangan. Kurang higenis apa saya ini, Nona?

Intinya, walau saya menyangkal bahwa corona tidak sebegitu mengerikan seperti yang media beritakan, waspada juga tetap diperlukan, sayang. Tidak takut bukan berarti arogan. Berani bukan berarti harus pedigasan. Terpenting, jangan takut berlebihan.

Sedikit ingin saya bercerita.

Bulan lalu, ada orang yang memesan tulisan kepada saya melalui chat di whatapps. Dia meminta saya menuliskan corona. Mulai dari gejala, obat, cara penanganan dan update terbaru mengenai virus sialan itu.

Awalnya ingin saya sikat, sebab duitnya ya lumayan. Sekedar beli kopi dan rokok, seminggu kedepan stock bakal aman terkendali. Tetapi, saya menolak tawaran itu.

Alasan saya menolak karena tulisan yang dipesan berlawanan dengan prinsip saya. Saya tidak ingin melacur, Sat! Di tengah ketakutan masal, masa iya saya harus menjadi bagian dari penebar ketakutan. Mau saya letakan dimana idealisme ini?

"Haha. Idealisme kata mu?".

Wong saya sendiri juga satu dari sekian banyak orang yang menjadi korban dari ganasnya narasi ketakutan media. Mereka menyerang psikis saya dengan memberitakan keadaan yang seolah-olah 'mengerikan'.

Hanya karena media itu punya nama besar, lantas menjadi keharusan untuk percaya sepenuhnya?

Iya. Sialnya saya dan mungkin kamu juga percaya pemberitaan dari media besar itu. Memang F*ck lah!

Tapi, pernahkah kamu berfikir, mengapa kita bisa percaya dengan media bahwa corona itu berbahaya? Sudah jelas jawabannya. Kamu pasti tahu-lah ya.

"Apa? Jadi kamu belum tahu kenapa kamu percaya sama media?"

Ya karena berita yang media tulis, sumbernya dari pusat kesehatan dunia alias WHO. Masa iya sih, kita tidak percaya sama mereka. Sudah jelas-jelas mereka adalah para ahli dibidang kesehatan terbaik yang tak perlu diragukan. Kita harus percaya dong. Itu alasan pertama.

Alasan lain kenapa kita percaya sama media, ya karena hampir semua media memberitakan hal yang sama. Mereka menyajikan narasi yang seragam dan kita setiap saat selalu dicekoki dengan informasi yang itu-itu saja. Karena narasi yang digaungkan berbasis ketakutan, hasil yang kita rasakan ya tentu saja ketakutan.

Ketakutan adalah sumber bisnis yang menguntungkan.

Sebenarnya, saya ingin sekali menulis tentang konspirasi corona yang di tolak dan ditertawakan oleh media-media besar itu. Media mana? Nggak perlu sebut nama, kamu cari sendiri media mana saja yang menolak narasi konspirasi.

Tapi, keinginan untuk menulis konspirasi corona, nampaknya harus saya urungkan. Sebab, saya tidak punya wawasan yang cukup luas untuk menuliskan ini semua. Iya, memang saya sudah pernah membaca beberapa artikel mengenai konspirasi ini.

Namun saya tak mampu mengkonstruksikan menjadi bentuk tulisan, dengan disertai data-data yang valid dan kredibel. Maka dari itu, saya ganti topik pembahasan.

Saya pertebal disini, Ini bukan tentang konspirasi corona.

Ada sepenggal kisah menarik. Kalau kamu punya waktu luang, bolehlah menyimak kisah yang tersaji dibawah ini.

----

Di sebuah negara, sebut saja negara X, tersiar kabar bahwa ada pembegalan di jalan A. Kabar tersebut pertama terdengar melalui tayangan televisi. Dalam berita tersebut, diceritakan bahwa komplotan begal di jalan A telah merampas sepeda motor dan membunuh korbannya.

Tono, orang yang berdomisili tak jauh dari jalan A, jelas tidak percaya dengan berita itu. Wong dia setiap hari lewat jalan A dan aman-aman saja. Bahkan ketika dia pulang larut malam, tidak pernah sekalipun dia di begal.

Oke, kamu bisa berdalih bahwa Tono sedang mujur nasibnya. Siap, Bos! Lanjutkan dulu ya ceritanya.

Tak berselang lama dari siaran itu, banyak channel televisi lain yang menanyangkan berita serupa. Tak berhenti disitu, semua portal berita online dan koran cetak harian sekalipun, memberitakan hal yang serupa. Narasi yang dibawa sama, di jalan A ada begal dan telah memakan korban.

Berita itu terus menerus di ulang setiap harinya. Dengan tambahan narasi yang cenderung menakut-nakuti. Si Tono yang awalnya tidak takut, karena setiap saat dijejali informasi begitu, lama kelamaan akhirnya Tono merasa takut juga.

Bagaimana mungkin Tono tidak merasa ketakutan? Wong ketika dia menonton tv, isinya berita pembegalan di jalan A. Dia ganti channel yang lain, tak jauh beda. Televisi akhirnya Tono matikan. #MatikanTv

Dia beralih berselancar di jagat maya. Dia membuka Facebook, sebuah tautan link berita tentang pembegalan muncul begitu saja. Dia buka Twitter, juga Instagram, lagi-lagi menemukan hal yang serupa. Dia membuka whatapps, semua kawan membuat story yang isinya pembegalan di jalan A. F*ck you all!

Tono mulai parno untuk melintasi jalan A. Hari demi hari, kabar mengenai pembegalan di jalan A kian gencar diberitakan. Pesan yang dibawa masih sama, di jalan A banyak begal dan korban semakin bertambah. Polisi setempat sudah sering melakukan patroli, tapi tetap saja ada orang yang jadi korban pembegalan di jalan A.

Beberapa warga, termasuk Tono, sedikit curiga. Kenapa polisi sudah turun tangan, tapi begal tak kunjung menghilang?

Kembali dan terus-terusan, media membombardir warga dengan berita yang lebih mengerikan. Kabar terbaru tersiar di media bahwa polisi yang patroli juga menjadi korban dari begal di jalan A.

Pejabat di negara X menghimbau rakyat agar tidak mendekat ke jalan A. Karena berbahaya. Katanya, demi keselamatan, maka rakyat dianjurkan untuk tidak lewat di jalan A.

Ada satu pejabat tinggi di jajaran pemerintahan negara X yang memiliki opini berlainan dengan arus utama. Dia bahkan berani mengatakan bahwa jalan A itu sebenarnya tidak terlalu berbahaya.

"Tenang. Jalan A itu aman untuk dilalui. Nggak perlu takut berlebih". Begitu kata si pejabat.

Sebenarnya ucapan pejabat itu ada benarnya dan nggak salah juga.

Dan disinilah media mulai berperan.

Media dengan corong informasinya, membuat berita yang mengatakan bahwa si pejabat meremehkan kasus pembegalan yang memang nyata adanya. Dengan sedikit bumbu clickbait pada judul berita, membuncahlah kekesalan rakyat pada pejabat tersebut.

Di hati sang pejabat, dia kesal bukan main ketika statementnya di pelintir media. Tapi dia tak sanggup melakukan counter pada media. Setelah statement yang seakan-akan meremehkan tersebut tersiar di media, pejabat itu mendadak tidak pernah nongol lagi di media manapun.

Dengan kata lain, dia di bungkam oleh sebuah kekuatan besar di balik skema ketakutan media tentang pembegalan.

Sebenarnya si pejabat tahu tentang semua hal yang bersinggungan kasus pembegalan ini. Dia bukan orang bodoh yang sembarangan bikin statement.

Ucapannya, hanya bertujuan untuk menenangkan rakyatnya. Tapi apa daya, kekuatan dia terlalu kecil bila dibanding dengan kekuatan lain yang membelenggu circle pejabat negara X.

Pemerintah mulai menyusun rencana untuk mengatasi permasalahan pembegalan di jalan A.

Dari pembatasan waktu hanya pukul 7 malam, warga diperbolehkan jika ingin lewat jalan A. Sampai rute menuju kota yang sebenarnya lebih cepat jika lewat jalan A, terpaksa dialihkan ke jalan B yang notabene lebih jauh. Polisi-polisi juga tidak pernah mandeg untuk patroli saban malam.

Media? Jelas tak pernah berhenti menyiarkan kabar-kabar mengerikan. Setiap hari. Bahkan ketika orang-orang normal terpejam, televisi terus menyiarkan kabar pembegalan. Sialan sekali, bukan?

Tono yang sudah curiga dari awal dengan media, perhalan menemukan kejanggalan-kejanggalan.

Terlebih ketika ada beberapa media nonmainstream yang mengatakan bahwa ternyata di jalan A tersebut telah direncanakan pembangunan mega proyek yang menggelontorkan modal Triliyunan. Waw!

Sebuah proyek yang jika di realisasikan dengan terang-terangan, pastilah di tolak rakyat. Tono, mempertanyakan ini semua pada diri sendiri di dalam hati.

"Apa kamu bisa jamin, mereka tidak bakal mampu membayar komplotan begal itu dan juga media untuk menyiarkan kabar mengerikan itu? Kamu bisa jamin?".

Masuk akal. Mereka, orang-orang besar yang ingin merealisasikan mega proyek itu, pastilah sanggup membayar komplotan begal dan membayar media untuk terus menyiarkan kabar guna menakuti rakyat.

Tono juga menemukan satu fakta yang sungguh sialan.

Ternyata, orang-orang yang ingin membangun mega proyek Triliyunan di jalan A, adalah pemilik atau punya saham besar di hampir semua media arus utama.

Mereka adalah pemilik media besar yang membawahi ratusan anak media lain. Atau jika bukan pemilik, mereka telah bersekongkol dengan media untuk saling berbagi keuntungan dengan dirancang narasi ketakutan.

Sekali lagi katakan, f*ck!

Tono kesal bukan main. Tono paham betul tujuan utama dari skema ketakutan yang dibangun media-media itu.

Mereka, secara halus meminta masyarakat untuk tidak melintasi atau bahkan sekedar mendekat di jalan A. Sebab di jalan A rawan pembegalan.

Setelah rakyat nurut untuk tidak lewat di jalan A, maka akan datang iblis berjubah malaikat yang menawarkan solusi terakhir guna mengatasi permasalahan pembegalan.

Mereka akan menawarkan solusi, yakni dengan membeli area jalan A yang begitu luas dan mungkin disana mereka akan membangun kota peradaban baru.

"Dari pada rakyat takut, lebih baik saya membeli jalan A dan saya akan bangun peradaban baru di jalan A ini agar begal tidak ada lagi. Hanya ini, solusi terakhirnya". Dengan wajah yang sopan, dia mengatakan demikian.

Oh, boroknya jelas terendus oleh rakyat yang mau berfikir. Tapi, rakyat yang merasa janggal dengan hal itu, dianggap halu. Mengada-ada tanpa dasar yang jelas. Sialan!

Karena mayoritas rakyat sudah jengah terus-terusan terbelenggu ketakutan, mereka terima saja dengan solusi si dia yang sialan. Dia yang tidak jelas dan belum tentu benar.

Dan rakyat juga belum tahu sepenuhnya, apa yang akan dibangun di jalan A itu. Bisa jadi akan dibangun pabrik racun? Atau apapun itu yang mungkin punya potensi lebih membelenggu rakyat lagi.

Mega Proyek bernilai Trilliyunan mulai digarap. Rakyat mulai bisa beraktivitas normal, dengan syarat untuk jangan dulu melintas di jalan A.

Berbulan-bulan dan tahunan lamanya, rakyat mulai terbiasa untuk tidak lewat jalan A. Istilahnya, mereka mulai akrab dengan New Normal. Rakyat di fasilitasi negara X untuk melintas di jalan V, yang mana alternatif dan lebih dekat jika dibanding jalan B. Jalan A sudah tinggal sejarah.

Proyek selesai digarap. Sebuah kota baru hadir di bekas jalan A. Megah, mewah dan indah. Rakyat senang akan hal itu. Oh, jangan senang dulu wahai wong cilik! Kamu tidak tahu apapun kecuali yang diperbolehkan untuk kamu ketahui!

Dan apa yang terjadi, bung?

Di kota baru bekas jalan A, tidak boleh sembarang orang memasukinya. Kota itu eksklusif. Hanya segelintir orang yang di perbolehkan masuk. Rakyat biasa? Haha jangan harap!

Di pintu gerbang kota baru, penjagaan super ketat dengan barikade yang lengkap. Dan sampai detik ini, rakyat tidak tahu menau apa yang diperbuat di dalam kota baru yang super eksklusif itu. F*ck, f*ck, fak!

Yang bisa rakyat awan ketahui pasti, di kota baru bekas jalan A terdapat satu tiang tinggi menjulang. Rakyat cuma tahu itu, tanpa tahu fungsi dari tiang yang begitu tinggi itu apa. Apa fungsinya?

Di puncak tiang yang tinggi, ada empat benda yang serupa anak panah. Empat anak panah itu menghadap empat penjuru mata angin.

Usut punya usut, dari tiang tinggi itu, semua pergerakan rakyat terpantau. Semua data-data rakyat lengkap tersimpan dalam kotak teknologi super canggih.

Tapi apa fungsinya? Apa tujuan mereka?

Awalnya rakyat tidak mengetahui agenda busuk elite-elite sialan itu.

Namun, perlahan tapi pasti rakyat sadar sendiri. Bahwa tujuan utama dari skema ketakutan yang selama ini terus membombardir mereka, adalah untuk lebih membelenggu rakyat dengan tidak sedikitpun diberi ruang kebebasan.

Sampai tiba masanya, mereka mulai merealisasikan satu demi satu agenda busuk secara terang-terangan. Tak lagi dengan narasi ketakutan. Tanpa tendeng aling-aling lagi, mereka melakukan itu semua.

Setiap ada penolakan dari rakyat, mereka gampang mengatasinya. Pencet saja tombol off, rakyat yang menolak seketika menghilang. Mereka menang. Semua agenda busuk berhasil dilakukan.

Dengan kata lain, Rakyat kalah!

Iya, sayang. Kita kalah.
---

Kamu mau seperti itu? Yakin kamu mau, sat!


Www.vsdiksi.com

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Ini Tentang Konspirasi Covid-19





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







space iklan

Saran Artikel



Spekulasi Perang China VS Amerika Serikat

Melihat situasi show of force Angkatan Laut PLA (Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok) dan US Navy di laut Natuna dan selat Taiwan akhir-akhir ini, menimbulkan sebersit pertanyaan, apakah akan terjadi p

Kisah Lucu | Minum Sebotol Kecap Manis Jumbo

Seorang pemuda kampung di bawa kawannya ke kota provinsi, karena kawannya mau menjual kayu gaharu yang diperolehnya dari dalam hutan. Dia memang seorang pemuda yang lugu dan belum pernah ke ibu kota

Pramuka Hanyut Di Sungai, Turi Sleman

21 Februari 2020 kabar duka datang dari Yogyakarta, sebanyak 257 siswa dari kelas 7 dan 8 SMPN 1 Turi, Sleman , Yogyakarta yang sedang melaksanakan kegiatan susur sungai dalam kegiatan pramuka di sung

6 Hal Ini Terpikir saat Orang Tua Baru Meninggal

Kehilangan seseorang yang sangat dekat dengan kita tentunya merupakan hal yang sangat menyakitkan. Hal yang mungkin akan selalu dihindarkan orang-orang untuk dipikirkan karena hanya akan menimbulkan k

Pengalaman mengelola akun instagram dan cara menai

Saya adalah seorang admin di beberapa akun instagram. Saya memulai nya di tahun 2018 ketika itu saya membuat fanpage facebook dan saya pun tertarik untuk terjun langsung ke instagram. Mulai dari 0 fol


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum


space iklan

space iklan
pinterduit.com