pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Umum



Kebenaran Adalah Persepsi, Bung!






Pinterduit.com - Sadar atau tidak, kita memiliki kecenderungan mutlak dalam membenarkan sesuatu yang kita yakini. Kita juga memiliki kecenderungan untuk merasa menjadi yang paling benar.

Apakah itu salah? Tentu tidak! Karena, ketika kita yakin terhadap suatu hal, maka secara pasti kita yakin yang kita yakini itu benar. Kalau kalimat tersebut terlalu njelimet, mudahnya gini : kita yakin bahwa keyakinan kita itu benar. Begitulah sekiranya.

Lalu, jika merasa keyakinan kita yang paling benar, apakah menjadi salah? Jawaban masih tetap sama : tentu tidak salah! Karena, ketika kita mengklaim keyakinan kita yang paling benar, maka artinya kita tidak sedikitpun ragu terhadap keyakinan sendiri. Justru kita sudah seharusnya mengklaim bahwa keyakinan sendiri itu yang paling benar.

Tapi, seringkali kita kurang bijak dalam menerapkan hal tersebut. Kita salah meletakan. Kadang kita terlalu bar-bar dalam memproklamirkan keyakinan kita, lalu dengan arogan menyalahkan keyakinan-keyakinan yang milik orang lain.

Memang, merasa menjadi yang paling benar tanpa sedikitpun menyalahkan yang lain, itu sulit dilakukan. Saya tahu hal itu dan saya juga belum sepenuhnya mampu mempraktekan. Kerapkali di dalam hati, saya menyalahkan suatu hal yang di yakini orang lain Karena berbeda pandangan dengan saya.

Dan kalau sekedar di hati menyalahkannya, menurut saya itu wajar. Dan tidak akan menimbulkan permasalahan ketika menyudutkan atau menyalahkan keyakinan yang lain di dalam hati saja. Kan hati orang mana bisa dibaca orang lain.

Namun akan jadi boomerang bilamana sudah menggaungkan bait-bait salah menyalahkan tersebut di muka umum. Nah, ini nih yang jadi problem belakangan hari. Ada banyak orang yang merasa paling benar, lalu menyalahkan pandangan orang lain yang berbeda dan secara terang mengatakan hal tersebut di laman media sosial.

Iya. Saya mengaku. Dengan secara sadar saya mengakui menjadi salah satu dari banyak orang yang melakukan hal itu. Ya walau tulisan saya yang menyalahkan pandangan orang lain itu dibalut dengan metafora, sarkas atau satire, tapi ya tetap saja intinya sama : menyalahkan!

Saya ingin sedikit bercerita atau mengilustrasikan sebuah kejadian yang membuat saya resah perihal salah menyalahkan. Pada tulisan ini saya tidak menyebut satu dua nama dan tidak juga menyudutkan salah satunya. Saya akan menyamarkan nama-nama dari lembaga/organisasi/kelompok/serikat atau apapun itu lah ya, saya samarkan.

Sebutlah gol. A dan gol. B.

Saya kurang tahu persis siapa-siapa yang memulai menyalakan api permusuhan diantara keduanya. Tapi pada intinya, kedua golongan tersebut kerapkali saling balas menyerang.

Ketika pimpinan gol. A tersandung permasalahan. Entah di komando atau bergerak serentak sendirian, dari kubu gol. B akan menyerang pimpinan gol. A tersebut.

Lalu, anggota gol. A merasa tidak terima pimpinannya di serang dengan caci makian oleh gol. B. Dan mereka, anggota gol. A akan menyerang balik dengan cacian yang sama.

Suatu ketika keadaan berbalik. Kini giliran pimpinan gol. B yang kedapatan masalah. Anggota gol. A yang masih menyimpan dendam atas penyerangan pimpinannya, mendapat kesempatan emas untuk menghujat habis-habisan pemimpin gol. B.

Dan anggota gol. B tentu tidak akan tinggal diam ketika menyaksikan pimpinan di serang dengan untaian kalimat hujatan dari gol. A.

Maka terjadilah kembali hujat menghujat antara gol. A dan gol. B.

Huu aahhh... Begitu terus.. Sampai mampus!!!!

Saya kurang tahu pasti apa motif di balik saling serang menyerang tersebut. Mungkin keduanya menyerang karena memang benar-benar atas nama kebenaran, atau mungkin juga karena mencuri kesempatan untuk meluapkan kebencian yang selama ini terpendam diantara masing-masing golongan.

Entahlah.. Saya kurang tahu dan tidak ingin berspekulasi atas hal itu.

Saya sebenarnya sudah terlalu muak lagi dan kembali mendengar, melihat dan membaca berita atau postingan terkait adu tekstual berupa cacian dari kedua belah pihak yang bersengketa. Kalau boleh saran : jika kalian tetap ingin bersengketa, coba kalian beradu dengan saling melempar gagasan dan pemikiran, bukan malah cacian!

Saya sangat ingin bertanya kepada keduanya : Untuk apa sih terus-terusan saling mencaci, saling membenci?

Ya mungkin, keduanya sama-sama ngotot dan keras kepala dalam mengklaim yang paling benar. Sah-sah saja mengklaim golongan sendiri adalah yang paling benar. Tapi, untuk melegalkan pengakuan sendiri dengan cara menyalahkan yang lain, itu sungguh tidak elegan. Terlebih cara menyalahkan yang dilakukan kalian adalah dengan kata-kata penuh caci maki yang tidak berdasar.

Satu kata untuk postingan-postingan semacam itu : NORAK!!!!

Saya terkadang bingung dengan kedua golongan tersebut. Oh ya, golongannya mungkin tidak bisa di salahkan, ya. Tapi yang perlu di salahkan adalah orang-orang yang tergabung dalam kedua golongan yang terus-terus saja saling berbalas cacian.

Untuk apa sih selalu mempeributkan mana yang lebih surga dari surga? Apa tidak bosan?

Kedua golongan tersebut masih satu paket sebenarnya, ya. Masih mengacu pada dasar yang sama. Tapi, mengapa meributkan salah dan benar padahal kalian sama! Kalian saudara!

Jangan-jangan, selama ini kalian ribut salah dan benar, justru pandangan dan keyakinan kalian selama ini salah total? Atau jangan-jangan juga, kalian itu sebenarnya sama-sama benar dan tidak ada satupun yang salah pandangannya? Mungkin, kan?

Jadi? Mau sampai kapan terus gontok-gontokan?

Mari sama-sama Kita mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri, bahwa kita tidak bisa menyeragamkan semua hal agar sama dengan pandangan kita.

Mari bersama kita sepakati bahwa kita sama-sama beda. Kita beda, maka pertahankan dan saling menjaga. Jangan lagi ada yang memaksa!

Mari kita sama-sama sadar, bahwa setiap orang punya hak yang sama untuk merasa keyakinan yang di peluknya adalah kebenaran yang paling mutlak.

Mari kita melakukan perenungan lagi, membaca ulang kembali dan berfikir dua kali sebelum menghakimi pandangan hidup orang lain.

Bukankah Tuhan semesta alam yang menghendaki dunia ini penuh dengan perbedaan? Benar, kan? Ini sudah ketetapan Tuhan. Sudah menjadi takdir Tuhan bahwa dunia ini penuh perbedaan.

Dan semisal, jika Tuhan mau nih, dengan segala sifat maha kuasa yang di miliki Tuhan, akan sangat mudah sekali bagi Tuhan untuk menjadikan dunia ini dihuni oleh satu keyakinan saja. Mudah sekali hal itu di wujudkan jika Tuhan berkehendak.

Tapi nyatanya, Tuhan punya kehendak yang lain, Bung dan Nona. Yaitu perbedaan kita sekarang ini merupakan kehendak dan ketetapan-NYA.

Jadi, sudah ya jangan bertengkar lagi. Dengan kalian terus bertengkar, itu berdampak pada banyak umat. Mereka akan patah hati pada keyakinan sendiri.

Lalu memunculkan banyak tanya di kepala :

Kenapa saudaraku selalu ribut dengan saudara sendiri?

Kenapa perbedaan pandangan dalam golonganku malah menjadi sarang permusuhan?

Dan segenap tanya kenapa, kenapa dan kenapa lain yang menghamtam nurani dengan tempelengan kenyataan yang menyakitkan.

Satu hal terakhir, kalaupun sangat perlu memiliki musuh, ya jangan pilih musuh itu dari saudara sendiri yang berada dalam satu garis horizontal. Juga jangan musuhi saudara sendiri yang tidak satu garis horizontal tapi sama-sama horizontal.

Musuh bersama kita hari ini dan seterusnya adalah mereka-mereka yang berada di garis vertikal, Yang selalu melakukan penindasan dan kesewenang-wenangan! Itu sejatinya musuh kita bersama!!! Siapakah musuh kita? Mari berfikir ;-)


Www.vsdiksi.com

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Kebenaran Adalah Persepsi, Bung!





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







space iklan

Saran Artikel



NASEHAT UNTUK PARA ISTRI

Selamat membaca ☺️ . . Saat kamu sudah menjadi istri. sesekali pandanglah wajah suamimu ketika ia terlelap. Itulah orang yang tiada hubungan d4rah denganmu namun tetap terus berusaha mencintaimu.

Makanan terenak di dunia, nomor 1 dan 2 asli Indon

Rendang dari Indonesia Peringkat pertama yang berhasil mendapat julukan makanan terenak di dunia adalah Rendang. Rendang makanan asli Indonesia yang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Kelezatan

Banyak Orang Mengaku Berintegritas

Integritas Apa itu Integritas? Tidak ada sebuah definisi yang singkat, padat, dan pas untuk sebuah integritas. Tapi melalui ilustrasi di bawah ini, semoga bisa menjelaskan pengertian dari sebuah inte

Kronologi Video Viral Nenek Ditendang Di Pasar Piy

Pada 22 Januari 2020 beredar video viral seorang nenek mengenakan kaos biru, memakai penutup kepala dan masker ditendang oleh seorang Bapak bapak di sebuah pasar di Sleman , Yogyakarta. Dari hasil pe

Insomnia atau depresi ? Sulit tidur di malam hari

Insomnia adalah suatu gangguan kesehatan dimana kita akan sangat sulit untuk tidur,bahkan ada pula yang tidak tidur hingga pagi. Orang yang begadang di malam hari selalu beralasan kalau dia sedang me


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum


space iklan

space iklan
pinterduit.com