pinterduit blog logo Pinterduit.com

hasilkan uang dari menulis secara online







Home » Umum



Kisah Keutamaan Istighfar

Rie • Umum • 15 Feb 2020 • 40 Dilihat • publish




Pinterduit.com - KISAH KEUTAMAAN ISTIGHFAR

Bagi kita yang beragama islam sudah pasti tidak asing dengan lafadz Istighfar. Seusai melakukan shalat umat muslim sebaiknya jangan terburu-buru untuk beranjak, sempatkanlah mengucapkan kalimat Astagfirullahal 'adzim tersebut, sebagai bentuk kesadaran bahwa kita adalah hamba pendosa yang senantiasa butuh akan pengampunan Allah SWT.

Selain sebagi zikir memohon ampunan, lafadz istighfar ternyata memiliki keutamaan lain bila diamalkan.

Nah, kisah berikut menceritakan bagaimana ajaibnya amalan Istighfar dalam kehidupan. Kisah seorang pedagang roti yang ingin bertemu dengan Imam Ahmad, bin Hanbal, salah satu murid Imam Syafi'i yang menjadi Imam dari Madzhab Hambali. Berikut kisahnya.


Kisah Menakjubkan Pedagang Roti

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, beliau begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al-Jauzi rahimahullah dalam buku tentang Imam Ahmad dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa beliau ingin pergi ke tempat itu. Padahal dari kediamannya di Baghdad menuju Syam beliau harus menempuh perjalanan jauh. Akhirnya beliau tetap melakukan perjalanan ke sana.

Begitu sampai di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan shalat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu belum ada teknologi yang secanggih seperti saat ini.

Beliau menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Al-quran untuk menunggu waktu shalat Magrib dan Isya. Setelah habis Isya, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut. Namun penjaga masjid tidak mengizinkan.

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur di sini. Ini sudah peraturan, silakan pergi,” kata penjaga

Imam Ahmad berusaha memberi penjelasan, “Saya musafir, saya ingin beristirahat di sini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Kemudian ada seorang tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kejadian tersebut. Tukang roti itu pun memanggil sang Imam yang belum dikenalnya.

“Hai syekh, kemarilah! Beristirahatlah di tokoku,” kata si tukang roti menawarkan.

Kemudian Iman Ahmad menghampiri ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko rotiku, di belakang sana ada ruangan untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi.”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini yakni ucapan dzikir istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya, “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya?”

“Ya, Allah mengabulkan semua permintaanku.” jawabnya.

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam lagi.

Si lelaki shaleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! Ternyata karena Istighfarmu Allah SWT mendatangkan saya ke kotamu ini tanpa alasan yang tidak saya ketahui. Karena istighfarmu pula penjaga masjid melarang saya tidur di masjid. Dan karena istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat di tempatmu. Ketahuilah, Sayalah Ahmad bin Hanbal.”

Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya. Semoga Allah meringankan lidah kita supaya senantiasa membasahi bibir kita dengan zikir-zikir demi menyebut Asma-Nya, termasuk zikir istighfar ini.

Aamiin.

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Kisah Keutamaan Istighfar





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code