pinterduit blog logo Pinterduit.com

Platform ngeblog asli buatan lokal, menulis itu untuk melepas beban bukan untuk menambah beban







Home » Umum



Mungkinkah Pasien Covid 19 Di Indonesia Meledak di bulan Mei 2020?

Menuju Hidup Lebih Baik • Umum • 15 May 2020 • 29 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Berbagai hal menarik mungkin akan terjadi sebagai side effect dari implementasi Permenhub No. 25/2020 tentang pengendalian transportasi selama Masa Mudik Idulfitri 1441 Hijriyah. Rincian untuk kendaraan darat dan penyebarangan, larangan berlaku pada 24 April sampai 31 Mei 2020. Untuk kereta api larangan operasional berlaku 24 April sampai 15 Juni 2020, untuk kapal laut 24 April sampai 8 Juni dan untuk angkutan udara berlaku dari 24 April sampai 1 Juni 2020. Larangan mudik khusus transportasi laut ditetapkan lebih lama dibandingkan dengan moda lain, sebab mempertimbangkan pelayaran jarak jauh. Efek sampingnya adalah arus manusia yang pulang kampung membludak sebelum tanggal itu. Hal ini bisa di lihat di berbagai daerah banyak orang-orang yang diam-diam pulang kampung dari berbagai daerah ke berbagai daerah lainnya di Indonesia. Mereka yang pulang kampung maupun mudik sebelum waktunya ini terutama anak sekolahan dan para tenaga kerja yang memang sudah banyak dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Jika bukan di masa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, persoalan mudik dan pulang kampung ini bukanlah menjadi issue yang hangat. Tetapi kali ini persoalannya lain, karena kekhawatiran akan mewabahnya penyebaran virus Corona ini membuatnya sangat krusial. Hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang terkesan tidak terlalu perduli, bahkan ada yang cenderung masa bodoh baik karena tidak menyadari betapa berbahayanya virus tersebut maupun disebabkan oleh faktor imannya yang luar biasa. Orang tua yang anaknya pulang kampung, ada yang tidak menerapkan kegiatan isolasi mandiri secara ketat. Di mana seharusnya anaknya yang meskipun sepertinya sehat dan tidak panas tetapi bisa saja OTG, tidak mengisolasi dirinya secara terpisah selama 14 hari. Ini anaknya hanya dilaporkan dan diperiksa panas saja, lalu karena tidak mengalami demam atau panas, disarankan isolasi mandiri di dalam rumah tetapi ternyata mereka dalam rumah bebas berinteraksi dengan seisi rumah lainnya. Demikian juga kegiatan kemasyarakatan seperti jalan-jalan di mall dan berbelanja, kumpul-kumpul di cafe, ke kantor dan ke sekolah dan kegiatan keagamaan juga masih dilakukan seperti biasa dengan begitu santai. Sehingga jika banyak OTG (orang tanpa gejala), maka hal ini akan sangat berbahaya. Sebab bisa saja menyebabkan ledakan orang orang yang terjangkit Covid 19 dan itu bisa terjadi di bulan Mei 2020 ini.

Meskipun untuk Indonesia yang memiliki iklim tropis, sesuai klaim bahwa suhu panas dan kelembaban tinggi itu bisa mengurangi penyebaran dan masa hidup virus Corona ini, ditambah dengan kekuatan doa orang Indonesia sebagai orang beriman maka kita berharap hal mengerikan itu tidak terjadi. Semoga.

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Mungkinkah Pasien Covid 19 Di Indonesia Meledak di bulan Mei 2020?




Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code