pinterduit blog logo Pinterduit.com

Platform ngeblog asli buatan lokal, menulis itu untuk melepas beban bukan untuk menambah beban







Home » Internet



Guru Pilih Microsoft Teams atau Google Classroom?

Nafisathallah • Internet • 19 Aug 2020 • 59 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Pembelajaran secara daring selama masa pandemi ini menimbulkan masalah baru di kalangan tenaga pengajar dan peserta didiknya.

Kebutuhan Siswa dan Guru saat Belajar Daring ditengah Pandemi

Pembelajaran secara virtual yang dilakukan masing-masing di rumah tanpa adanya tatap muka langsung antara murid dan guru tentunya akan menciptakan suasana baru dalam kegiatan belajar mengajar.
Salah satunya, mengenai masalah pemilihan aplikasi yang cocok dan sesuai sebagai sarana belajar para murid sekaligus media mengirim pesan dan tugas online.
Dalam hal ini tentunya pihak sekolah diberikan berbagai macam pilihan aplikasi yang beragam dan bervariasi sesuai kebutuhan para siswa dan guru, ada yang gratis dan ada juga yang berbayar per bulan.
Namun yang pasti kebanyakan dari kita akan memaksimalkan penggunaan aplikasi yang bisa didapatkan secara gratis dan dengan kualitas dan fitur-fitur yang terbaik bukan?
Microsoft Teams dan Google Classroom, kedua-duanya adalah aplikasi yang berasal dan dibuat dari dua instansi besar-multinasional yang sudah tidak lagi diragukan kehebatan dan kemampuannya dalam bidang teknologi digital.
Kita tentunya tahu Google dan Microsoft, dan bagaimana kualitas mereka dalam menguasai pasar dengan produk dan nilai jual mereka sebagai dua perusahaan yang saling melengkapi dan tidak saling berkompetisi, tentunya dalam bidang yang mereka fokuskan (Google sebagai mesin penelusuran, dan Microsoft dengan perangkat lunak komputernya).

Jadi Microsoft Teams atau Google Classroom?



Kedua aplikasi tersebut pun sebenarnya saling melengkapi satu sama lain, yang artinya kedua aplikasi tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda dalam proses belajar mengajar.
Tergantung dari bagaimana cara pengguna dapat memaksimalkan fasilitas yang mereka dapatkan secara gratis dan menggunakannya pada waktu dan saat yang tepat.
Jika sekolah anda berada di kawasan dengan koneksi dan kecepatan internet yang rendah, mungkin pihak sekolah sebaiknya tidak mengadakan sistem pembelajaran daring yang banyak menggunakan unsur video dengan resolusi tinggi dan file yang besar, cukup hanya dengan teks atau gambar visual ataupun audio yang sudah dikompres untuk memudahkan proses upload dan download.
Google Classroom hanya bisa digunakan untuk mengirim tugas berupa teks kalimat, link website atau situs yang mengarahkan keluar aplikasi entah itu blog atau google docs.
Lalu Microsoft Teams yang bisa melakukan panggilan suara ataupun webinar dengan jumlah peserta maksimal sebanyak 250 orang dalam satu grup, dan 500 peserta bagi yang memakai fitur berbayar tambahan.
Namun, yang namanya video live streaming tentunya memakan lebih banyak data internet dan baterai smartphone, jadi sebisa mungkin kegiatan meeting online dilakukan bila ada keperluan yang mendesak dan sangat diperlukan, bukan untuk tugas rutin setiap hari.
Namun bagaimana pun juga itu adalah keputusan pihak sekolah dalam menentukan aplikasi dan program belajar yang mereka inginkan mau seperti apa, namun ingat sekali lagi jika apa yang diputuskan tentunya akan berdampak kepada siswa-siswi kedepannya.
Jadi kesimpulannya Google Classroom bisa digunakan secara bersamaan dengan Microsoft Teams karena kedua-duanya saling menutupi kekurangannya masing-masing yang mana GC tidak bisa melakukan webinar sementara MT bisa dengan jumlah peserta yang cukup untuk satu angkatan sekolah beserta guru-gurunya.
Namun untuk kegiatan tugas dan belajar mengajar biasa, cukuplah para guru dan siswa menggunakan Google Classroom.

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Guru Pilih Microsoft Teams atau Google Classroom?




Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code