pinterduit blog logo Pinterduit.com

Platform ngeblog asli buatan lokal, menulis itu untuk melepas beban bukan untuk menambah beban







Home » Umum



Saat Hukum tidak Berjalan dengan Semestinya

Nafisathallah • Umum • 10 Sep 2020 • 42 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Malfungsi Hukum

Hukum adalah sebuah kata yang mempunyai segudang pengertian. Banyak ahli yang memiliki definisi sendiri tentang hukum. Filsuf bernama Immanuel Kant berpendapat bahwa “hukum merupakan semua syarat dimana seseorang mempunyai kehendak bebas, sehingga bisa menyesuaikan diri dengan kehendak bebas orang lain dan menaati peraturan hukum mengenai kemerdekaan”.

Juga menurut seorang ahli yang berasal dari Indonesia, Drs. E. Utrecht, S.H mengatakan bahwa “Hukum merupakan suatu himpunan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang mengatur tata tertib kehidupan di masyarakat dan harus dipatuhi oleh setiap individu dalam masyarakat karena pelanggaran akan pedoman hidup dapat mendatangkan tindakan dari lembaga pemerintah.” Ada lagi menurut salah satu filsuf yang mungkin banyak dari kita yang sudah pernah mendengar namanya yakni Aristoteles, beliau mengatakan bahwa “Hukum merupakan kumpulan beraturan yang tidak hanya mengikat tapi juga hakim untuk masyarakat, dimana undang-undang akan mengawasi hakim dalam menjalankan tugasnya untuk menghukum para pelanggar hukum”.

Dari ketiga pengertian yang dikeluarkan oleh ahli-ahli hukum tadi, dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwa, hukum itu merupakan suatu aturan yang ditujukan kepada manusia dalam kehidupan masyarakatnya.

Berhubungan dengan hal tersebut, tak beberapa lama ini kita mendengar bahwa adanya banyak berita mengenai lapor melapor yang tentu saja ini timbul dari kecacatan hukum.

Seperti contoh pada tanggal 4 Agusutus 2020 kita mendengar bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan Gede Ari Astina atau yang lebih sering kita kenal dengan gelar Jerinx SID atas tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Contoh lagi seperti pada 3 Agustus 2020 penyanyi Erdian Aji Pranoto atau yang dikenal Anji dan Hadi Pranoto yang disebut sebagai professor atau ahli mikrobiologi dilaporkan oleh ketua umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidin dengan tuduhan penyebaran berita bohong (hoax) Dan menariknya Hadi pranoto tidak terima dengan laporan tersebut dan mengancam akan melaporkan dan menuntut ganti rugi ketua umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidin senilai US$ 10 Milliar atau sekitar Rp 145 Trilliun.

Kita dapat menilai sendiri, bahwa penerapan hukum sudah sangat melenceng dari tujuan awal dibuatnya hukum tersebut. Hukum disini bukan lagi hadir sebagai aturan yang berusaha untuk menciptakan ketertiban antar sesama manusia. Tetapi lebih mengarah pada senjata seseorang yang dipakai untuk menyerang pihak yang tidak kita sukai secara pribadi, tidak lagi hadir untuk mendamaikan sesama manusia tetapi lebih ke alat perang untuk menjatuhkan musuh pribadi.

Awalnya ditujukan sebagai perisai agar kita terlindungi tetapi di salah gunakan menjadi senjata.
semua yang dikatakan oleh terlapor seperti Jerinx SID dan bapak Hadi Pranoto merupakan opini mereka. Bukankah yang membedakan manusia dari hewan adalah kemampuan untuk berpikir? Lantas mengapa harus dilaporkan.

Khalayak ramai tentunya dapat membedakan mana opini yang logis dan mana yang ngawur. Bukankah itu sudah cukup untuk membuktikan keaktualan opini yang disampaikan? Ataukah masyarakat sudah tidak memiliki kemampuan untuk berfikir kritis?

Bukankah lebih baik untuk saling perang opini? Menunjukkan mana opini yang lebih masuk akal dan dapat diterima sehingga masyarakat dapat menentukan mana yang harus diikuti tanpa harus berakhir dengan aksi saling lapor-melapor.

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Saat Hukum tidak Berjalan dengan Semestinya




Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code