pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Umum



Para Kepala Kampung | Cerita Rakyat Mistis Suku Dayak Kalimantan






Pinterduit.com - Ada sebuah kisah nyata. Suatu ketika di jaman penjajahan Belanda, para kepala kampung di kelompok Dayak Uut Danum yang berada di daerah administratif sungai Serawai (Soravai) dan sungai Ambalau (Momalluh) ikut diundang rapat ke keresidenan di Nanga Pinoh.
Kepala kampung pada jaman itu adalah boleh dikatakan sebagai orang yang mengepalai sebuah kampung, dia berbeda dengan kepala dusun dan kepala desa dewasa ini, karena kalau desa itu terdiri dari beberapa dusun, sementara kalau kampung itu murni satu buah kampung saja.
Para kepala kampung ini sepakat, agar memudahkan pengorganisasian perjalanan, mereka setuju untuk menggunakan satu buah perahu saja, sehingga pada hari yang telah disepakati bersama, merekapun milir ke arah kota Nanga Pinoh. Karena hanya menggunakan perahu yang di kayuh dengan dayung, maka diperkirakan perjalanan mereka sekitar lima hari baru sampai di tempat tujuan. Di pulau Kalimantan, sampai dewasa ini kalau di pedalaman memang mengandalkan sungai jika berpergian kemana-mana, dan pada jaman presiden Jokowilah maka banyak jalan di bangun, sehingga masyarakat bisa berpergian dengan kendaraan darat.
Namun satu hal yang tidak pernah mereka duga, ternyata perahu yang mereka pakai tadi bocor. Meskipun tidak terlalu parah, tapi air masuk cukup deras, sehingga tidak lama air sudah mulai banyak memasuki perahu mereka. Salah seorang dari mereka yang memegang dayung, meminta kepada orang di dekatnya untuk menimba air.
“Tolong timbalah airnya, agar kita tidak tenggelam.” Katanya meminta tolong.
“Eeh, jangan memerintah saya. Saya juga kepala kampung.” Tolak yang dimintai tolong. “Kita satu tingkat. Jadi jangan main perintah.”
Begitu juga halnya ketika yang lainnya meminta tolong kepada kepala kampung yang lainnya, semua pada menolak dengan alasan bahwa dia juga kepala kampung. “Jangan main suruh-suruh. Kita semua di sini adalah kepala kampung, adalah pemimpin, adalah orang-orang yang pintar”. Alasan itu bergema diseantero perahu itu, sehingga tidak ada seorangpun yang mau menimba perahu.
Setelah sekian lama, perahu mereka sudah terisi banyak air sehingga para kepala kampung beserta barang merekapun mulai basah. Celakanya lagi, pada saat itu perahu mereka sudah tiba di bagian kepala sebuah riam yang sangat deras, terjal dan berbahaya. Karena perahu mereka sudah terisi banyak air, maka sangat susah dikendalikan, sehingga Ketika menerjuni riam itu perahu mereka akhirnya menabrak batu dan hancur berderai. Hanya beberapa orang saja yang selamat, yang salah satunya adalah yang bisa menceritakan kisah ini.
Cerita diatas, menggambarkan bagaimana orang-orang sanggup tidak mau melakukan sesuatu pekerjaan demi kepentingan bersama, dengan alasan karena merasa dirinya adalah seorang pemimpin, seorang yang punya jabatan, seorang yang pintar yang punya gelar tinggi, terlepas gelar yang diperolehnya itu adalah hasil membeli ataupun tidak. Tidak ada kerendahan hati, tidak ada kerelaan berkorban, tidak ada kesediaan untuk membantu sesama demi kepentingan bersama. Sehingga akhirnya mereka hampir mati bersama, hanya karena kesombongan dan menganggap dirinya orang hebat dan tidak pantas diperintah-perintah oleh orang lain.

Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Para Kepala Kampung | Cerita Rakyat Mistis Suku Dayak Kalimantan





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







space iklan

Saran Artikel



Perceraian Akibat Covid-19

Ada berita kurang mengenakkan di TV, yaitu perceraian meningkat akibat faktor ekonomi karena resesi ekonomi sebagai dampak wabah covid-19 Para istri ini mengeluhkan suaminya yang tidak bisa lagi me

Muncul Kerajaan Baru Di Pogung, Purworejo Mengaku

Pada tanggal 15 Januari 2019 warganet dihebohkan dengan berita sekelompok orang yang mengaku sebagai bagiaj dari Kerajaan Keraton Sejagad, pengikutnya sudah mencapai sekitar 500 orang. Usul punya usu

Strategi Menghemat Listrik Di Rumah

Jika lampu penerangan di rumah terlalu redup, maka potensi para penghuni rumah akan menggunakan kacamata minus adalah sangat besar. Karena kita akan kepayahan untuk membaca ataupun melihat segala sesu

Outbreak Lagi Virus Demam Afrika Di Bali Dan Flu B

Wabah Virus corona belum usai dikabarkan ada virus outbreak lagi salah satunya di negara kita yaitu tepatnya di Bali, dikabarkan ribuan babi mendadak mati karena penyebaran virus Demam Afrika, namun p

Akhirnya Indonesia Yang Dibangga banggakan Kebal V

Berita resmi diumumkan oleh presiden Jokowi hari ini Senin 2 Maret 2020 bahwa 2 orang di Depok seorang ibu dan anaknya positif terinfeksi virus corona setelah berinteraksi dengan orang Jepang. Berita


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum


space iklan

space iklan
pinterduit.com