pinterduit blog logo Pinterduit.com

hasilkan uang dari menulis secara online







Home » Umum



Tarian Barongsai, Tradisi Yang Berusia 2.400 tahun

Menuju Hidup Lebih Baik • Umum • 25 May 2020 • 32 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Selain tarian-tarian seperti tari Kecak dari Bali, tari Jaipong asal Jawa Barat, tari Zapin dari Riau, tari Pendet asal Bali, tari Yapong khas Betawi, tari leleng dari Kalimantan Timur, Kinyah Uut Danum dari Kalimantan Barat, maka tarian Barongsai sangat terkenal di Indonesia, apa lagi dalam suasana Tahun Baru Cina atau Imlek. Ya, tarian Barongsai ini memang identik dengan perayaan Imlek. Tapi sebenarnya tarian ini juga biasa ditampilkan dalam kegiatan lainnya seperti acara pernikahan, pendirian klenteng, pembukaan restoran, serta acara penting lainnya yang dipercaya dapat membawa keberuntungan dan kebahagiaan, khususnya bagi warga negara Indonesia keturunan Tionghoa.
Meskipun bagi orang-orang Tionghoa, tarian Barongsai yang sudah ada sejak sebelum Yesus Kristus lahir atau sekitar 2.400 tahun yang lalu itu adalah tradisi yang sangat dibanggakan, namun ada juga sebagian masyarakat yang merasakan jika tarian ini sangat berisik dan mengganggu. Tetapi justru di sinilah kelebihan tarian ini, yaitu sifat berisik dan mengganggunya itulah yang menjadi kunci dari tarian barongsai ini.
Ada banyak cerita tentang asal usul tarian ini, tetapi saya mengambil salah satu sumber saja, yaitu dari buku pelajaran Bahasa Inggris berjudul Mastering Grammar Mechanics, Book 4, Unit 35, exercise B dan C. Di sana diceritakan, bahwa asal usul tarian ini adalah bermula ketika seekor monster yang disebut Nian, setiap tahun baru, selalu turun untuk membunuh binatang dan manusia di sekitar tempatnya tinggal. Kaisar negeri Cina mendengar akan hal ini, sehingga dia mengirimkan singa peliharaan istana kekaisaran untuk mengusir mahluk peneror ini. Di suatu musim tahun baru berikutnya, tatkala Nian ini kembali memasuki desa, singa yang memang sudah siap di sana, mengerak-gerakan kepalanya sambil mengaum keras sehingga membuat monster ini lari ketakutan dan penduduk desa setempat yang disatroninya selamat.
Sayangnya, pada tahun-tahun berikutnya, sang Singa ini tidak bisa lagi menjaga desa itu, karena harus menjaga istana kekaisaran. Sehingga ketika Nian itu kembali memasuki dan meneror seantero desa, penduduk tidak bisa berbuat apa-apa. Namun kemudian, seorang lelaki yang cerdik mendapatkan sebuah ide yang sangat brilian. Dia membuat kostum yang sangat mirip dengan singa, sehingga ketika tahun berikutnya monster Nian kembali datang, lelaki itu menggenakan kostum singa itu, meloncat ke sana kemari sambil mengoyangkan kepalanya disertai musik yang sangat keras dan berisik. Ternyata upayanya berhasil, sang monster lari ketakutan, sehingga penduduk setempat aman dan selamat. Sehingga sejak saat itu, setiap monster Nian datang, mereka melakukan hal demikian dan kebiasaan itu menjadi turun temurun, bahkan sekarang ini tarian Barongsai sampai diekspor ke manca negara.



Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Tarian Barongsai, Tradisi Yang Berusia 2.400 tahun





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code