pinterduit blog logo Pinterduit.com

Platform ngeblog asli buatan lokal, menulis itu untuk melepas beban bukan untuk menambah beban







Home » Umum



Timbangan Beras Kurang, Teliti Sebelum Membeli.

Menuju Hidup Lebih Baik • Umum • 22 May 2020 • 29 Dilihat • publish




Pinterduit.com - Beras, adalah makanan pokok orang Indonesia. Orang Indonesia kalau belum makan nasi, maka dianggap belumlah makan dan juga perutnya memang belum merasa kenyang. Biarpun sudah makan begitu banyak kue atau makanan lainnya, masih juga memikirkan makan nasi berserta sayur-syurannya.
Selain di produksi oleh para petani Indonesia sendiri, beras dapat diperoleh di pasar rakyat, pasar tradisional, dan di supermarket, maupun di toko kelontong di gang tempat tinggal kita, bahkan dewasa ini bisa dibeli secara online.
Masyarakat membeli beras untuk kebutuhan sehari-sehari, yang jenis dan kualitas beras yang di beli disesuaikan dengan selera dan kemampuan kantongnya masing-masing. Beras kemasan yang di beli di pasar, akan dimasak, lalu dinikmati dan selanjutnya menjadi sumber energi serta pertumbuhan tubuh anggota keluarga. Tapi pernahkah konsumen berpikir apakah beras kemasan yang dibelinya itu timbangannya cukup? Pernahkah konsumen iseng menimbang beras yang dibelinya itu, apakah berat berasmya sesuai dengan label berat yang dicantumkan di kemasannya?
Kalau mempunyai timbangan di rumah, tidak salah ditimbang kembali. Jika tidak punya timbangan, bisa numpang menimbang di toko lain selain di tempat membeli. Hal ini sangat perlu dilakukan, karena ada indikasi timbangan beras kemasan itu di daerah tertentu tidaklah cukup. Katanya bisa berkurang 3 ons sampai dengan 5 ons. Memang jika dilihat untuk kasus per satu karung, maka kekurangan 3 ons sampai 5 ons itu tidaklah seberapa. Tetapi jika di hitung sampai sepuluh ribu karung misalnya, maka aka nada kekurangan sebanyak 300 kg sampai dengan 400 kg. Jika dikalikan harga Rp. 12.000 per kg, maka pedagang akan mengeruk keuntungan Rp. 3,5 juta sampai Rp. 5 juta dari selisih timbangnya saja. Selain itu juga, kelakukan pedagang curang seperti ini adalah kejahatan. Oleh sebab itu, masyarakat perlu pro-aktif melaporkannya dan aparat hukumpun harus cepat menanggapinya. Tindakan pedagang seperti ini melanggar UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen di pasal 8 jo pasal 62, sanksinya pidana penjara 5 tahun denda sampai Rp 2 milyar.


Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Timbangan Beras Kurang, Teliti Sebelum Membeli.




Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code