pinterduit blog logo Pinterduit.com

Dapatkan penghasilan dengan cara berkontribusi menulis artikel di situs ini









Home » Umum



Virus Corana VS Virus Radikal, Manakah Yang Lebih Berbahaya?






Pinterduit.com - Semua orang pada saat ini tentu sudah tahu, jika Virus Corona sudah menginfeksi penduduk di hampir seluruh daerah di muka bumi ini, dengan perincian untuk Indonesia saja total terinfeksi 18.496, sembuh, 4.467 dan meninggal dunia 1.221 (Data https://covid.go.id per tanggal 20 Mei 2020). Sedangkan untuk tingkat dunia, jumlah orang yang terinfeksi adalah 4.893.195, yang sembuh 1.686.487 orang, dan yang meninggal adalah 322.861 jiwa. (sumber data https://news.google.com/covid19/map?hl=id&gl=ID&ceid=ID:id pertanggal 20 Mei 2020).
Selain itu, ada juga virus lainnya yang tidak kalah berbahayanya, yaitu virus radikal. Hanya saja virus yang berikut ini tidak ada data resminya, kita tidak akan pernah tahu sudah seberapa banyak orang yang sudah terpapar paham radikal, kita hanya akan tahu dari aksi-aksi nyata mereka saja, baik secara langsung maupun di media sosial. Setelah mereka beraksi, barulah aparat keamanan bisa menelusuri dan menindaknya berdasarkan bukti-bukti yang ada. Kalau kita melihat lebih jauh lagi, ternyata virus radikal ini tidak hanya dilakukan oleh satu kelompok agama saja, tapi dilakukan oleh segelintir penganut agama-agama besar di dunia ini, seperti terorisme yang dilakukan oleh kelompok agama di Irlandia Utara misalnya, yang ternyata penduduknya adalah dari kalangan agama Katolik dan Protestan. Oleh sebab itu, bisa disimpulkan bahwa radikalisme ini bukan karena ajaran agama, tetapi oleh orang-orang yang salah dalam memahami ajaran agamanya atau salah menafsir ajaran agamanya atau memang sengaja disebarkan demi mencapai tujuan tertentu.

Pola Penyebaran Virus
Pola penyebaran kedua virus ini hampir sama, yaitu sama-sama melewati pancaindra tertemtu dari manusia. Virus Corona atau covid-19 ini menyebar melalui melihat mata, hidung, dan mulut. Sementara kalau virus radikal, menyebar melalui mulut, mata, dan telinga.
Pola penyebaran covid-19, melalui sentuhan pakaian orang yang terpapar atau positif, melalui droplet yang melayang di udara dan berikutnya mengenai mata atau hidung atau mulut, melalui droplet yang ada di lantai rumah sakit atau mall dan terinjak kaki atau alas kaki lalu tersentuhan lagi dengan benda lainnya yang nantinya akan terjadi kontak dengan manusia, melalui benda-benda lain seperti logam, plastic, atau kayu dan kemudian tersentuh badan manusia, dan lain sebagainya.
Sementara virus radikal, penyebarannya menyusup melalui keluarga, pertemuan-pertemuan kecil, kelompok-kepompok kecil di tengah masyarakat, melalui media sosial seperti Youtube, Facebook, Twitter, Instagram, WhattsApp, dll. Hanya saja, orang yang terpapar virus radikal ini tidak bisa diketahui sebelum dia bertindak. Tim cyber crime aparat keamanan hanya bisa melacaknya di media sosial, namun tentu saja tidak bisa dalam waktu yang cepat karena perlu resources dan waktu.

Bahaya Virus Corona dan Virus Radikal
Kedua virus ini sama-sama berbahaya. Virus Corona bisa membunuh, membuat cacat sebagian organ yang pernah terinfkesi, dan menghabiskan begitu banyak sumber daya kita dan kehilangan nyawa orang-orang penting dan orang-orang tercinta kita. Virus radikalpun tidak kalah merusaknya, karena dapat membuat retak hubungan antar personal ataupun antar kelompok masyarakat yang awalnya akur dan bersahabat, menghancurkan sarana dan prasarana yang dibangun dalam waktu lama dan membutuhkan biaya yang besar, menghilangkan nyawa orang-orang penting dan orang-orang tercinta. Jadi kalau ditanya, mana diantara kedua virus ini yang lebih berbahaya, maka jawabannya adalah; keduanya sama berbahayanya.

Cara menghindari Kedua Virus Ini
Agar terhindar dari terjangkit virus Covid-19 itu; tetaplah stay at home jika tidak terpaksa keluar, praktekan social distancing atau jaga jarak aman minimal satu meter jika terpaksa berada di luar, lakukan physical distancing atau menghindari bersentuhan dengan orang lain jika terpaksa berada di kerumunan, jika keluar jangan lupa menggunakan masker, selalu cuci tangan dengan sabun atau deterjen, dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan secara umum seperti rajin mandi, rajin mencuci dan menjemur barang-barang seperti pakaian, selimut dan kelambu, selalu mencuci tangan setelah memegang apapun dan jangan sekali-kali memegang mata, hidung, mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun atau deterjen. Selalu mencuci kaki setelah pergi ke tempat-tempat yang penuh keramaian seperti rumah sakit ataupun Mall dan tempat-tempat ramai lainnya.
Agar terhindar dari virus radikal; gunakan selalu akal sehat kita yang telah diberikan Allah kepada kita, janganlah langsung percaya terhadap segala sesuatu berita apapun sebelum tahu pasti akan kebenarannya, selalulah melakukan cek dan ricek terhadap berita apapun, selalulah saring sebelum sharing terhadap berita apapun, jangan mudah terpovokasi oleh hasutan atau framing-framing oleh seseorang atau sekelompok orang, janganlah terlalu mudah marah dan langsung main hakim sendiri dalam menghadap sesuatu persoalan, janganlah iri melihat kesuksesan orang lain tetapi belajarlah mengetahui bagaimana caranya sehingga dia bisa sukses seperti itu, selalulah waspada terhadap paham-paham radikal yang sengaja disusupkan dengan kedok agama di lingkungan-lingkungan kecil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Yang paling penting lagi, sadarilah akan dua hal pokok berikut ini. Yang pertama, setiap agama yang ada di dunia itu selalu mengajarkan kebaikan, kasih, dan kesabaran. Tidak ada agama yang mengajarkan kejahatan atau kekerasan. Sebab kalau ada agama yang seperti itu, maka dia sudah lama lenyap dari muka bumi ini karena akan ditinggalkan oleh para pengikutnya yang mempunyai akal sehat. Yang kedua, sadarilah bahwa semua manusia itu, sama. Hanya jabatan, Pendidikan, kedudukan, dan amalnya saja yang membedakannya dari manusia lain. Itu artinya, semua manusia yang terdiri dari tulang, darah, dan daging itu bisa berbuat salah, bisa mempunyai rasa iri, bisa khilaf, bisa punya rasa amarah, bisa punya nafsu birahi, serta bisa berbohong demi mencapai sesuatu. Singkatnya, tidak ada manusia yang betul-betul tidak punya dosa dan kesalahan. Sehingga alangkah lebih bijak jika kita tidak terlalu mengkultuskan sesorang manusia dan sengaja menutup mata atas segala kesalahannya. Kita harus mampu melihat segala sesuatunya itu ada adanya, tanpa memihak. Netral.
Apapun yang kita lakukan itu dalam menghindari virus radikalisme, adalah dalam tujuan untuk menjaga keutuhan negara tercinta kita ini, NKRI harga mati. Kita sudah melihat begitu banyaknya negara di dunia ini yang hancur lebur dalam perang disebabkan oleh paham-paham yang saling mengadu domba, merasa diri sendiri paling benar, mudah marah dan cepat mengambil kesmimpulan, suka main hakim sendiri, dan lebih parahnya lagi suka mengeroyok dengan jumlah banyak menghadapi seteru yang berjumlah lebih sedikit.


Artikel ini diterbitkan untuk Pinterduit.com dengan judul Virus Corana VS Virus Radikal, Manakah Yang Lebih Berbahaya?





Bagikan Artikel Ini
full html code

link

BB Code







space iklan

Saran Artikel



Alternatif teknik belajar SKS(Sistem Kebut Semalam

Sistem kebut semalam sebenarnya tidak selalu dipandang buruk oleh sebagian pelajar. Faktanya ada banyak pelajar baik di Indonesia maupun di negara lain yang masih membudidayakan teknik ini. Sistem keb

Kisah Keutamaan Istighfar

KISAH KEUTAMAAN ISTIGHFAR Bagi kita yang beragama islam sudah pasti tidak asing dengan lafadz Istighfar. Seusai melakukan shalat umat muslim sebaiknya jangan terburu-buru untuk beranjak, sempatkanlah

Peristiwa Tanah Air yang Jadi Sorotan Dunia pada 2

Di indonesia,2019 menjadi tahun yang hangat, bagi sejumlah pristiwa yang terjadi di tanah air pun tak luput jadi sorotan dunia Yang menjadi salah satunya pada saat pemilihan presiden indonesia dalam

Dalam Dunia Politik Tidak Ada Musuh Ataupun Teman

Masih segar dalam ingatan kita semua, betapa hingar bingarnya pemilu presiden terakhir yang kita laksanakan kemarin. Gesekan-gesekan sudah terasa sangat panas, sehingga masyarakat jadi was-was. Dari s

Asal Usul Buah Kesemek

Berdasarkan penamaan buah kesemek, yakni Oriental persimmon / Chinese pesimmon, buah ini diduga berasal dari Cina ribuan tahun yang lalu. Kemudian tersebar ke Jepang pada 1300 tahun yang lalu. Keseme


AIAndroidAnimeAsmaraBisnisBitcoinBloggerCerpenData ScienceFashionFilmForexGameHewanInternetKesehatanKeuanganKulinerLirik LaguOlahragaOpiniPendidikanPuisiSejarahStartupTanamanTeknologiTokohTravelUmum


space iklan

space iklan
pinterduit.com